blog-e92tyas
Berbagi cerita ......... berbagi ilmu ....... berbagi informasi ...... berbagi pengalaman ....... di setiap kehidupan.
Total Tayangan Halaman
Rabu, 30 Maret 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Tips Merawat Payudara
Rekan wanita, tidak dapat disangkal bahwa penampilan payudara merupakan hal yang selalu menjadi pemikiran kita. Memiliki payudara kencang, indah, sehat, dan seksi adalah impian para wanita.
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Rekan wanita, tidak dapat disangkal bahwa penampilan payudara merupakan hal yang selalu menjadi pemikiran kita. Memiliki payudara kencang, indah, sehat, dan seksi adalah impian para wanita.
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Rekan wanita, tidak dapat disangkal bahwa penampilan payudara merupakan hal yang selalu menjadi pemikiran kita. Memiliki payudara kencang, indah, sehat, dan seksi adalah impian para wanita.
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Rekan wanita, tidak dapat disangkal bahwa penampilan payudara merupakan hal yang selalu menjadi pemikiran kita. Memiliki payudara kencang, indah, sehat, dan seksi adalah impian para wanita.
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Rekan wanita, tidak dapat disangkal bahwa penampilan payudara merupakan hal yang selalu menjadi pemikiran kita. Memiliki payudara kencang, indah, sehat, dan seksi adalah impian para wanita.
Artikel kali ini berisi tips kecantikan khususnya kecantikan payudara. Berikut ini adalah tips cara mengencangkan payudara alami, sehat dan dijamin tidak menimbulkan efek samping.
Yuuk kita simak bersama…
Satu : Mengencangkan Payudara dengan Olah Raga
Untuk menyehatkan tubuh, diperlukan latihan secara rutin, agar peredaran darah lancar hingga ke bagian tubuh yang paling kecil. Begitu juga dengan payudara, dibutuhkan olahraga atau senam yang merangsang perbaikan payudara dan otot-otot pektoralis mayor dan minor sebagai penggantung payudara. Dengan lancarnya aliran darah juga kencangnya otot penggantung payudara ini, payudara akan menjadi lebih bugar, kencang dan terangkat.
Di samping itu, banyak pakar kesehatan dari Amerika menulis, bahwa satu-satunya cara alami yang dapat dilakukan wanita untuk membesarkan payudaranya adalah dengan latihan atau berolah raga. Latihan yang bagaimana?
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
Latihan yang dapat merangsang pembesaran otot-otot pektoralis. Dengan berkembang dan membesarkan otot ini, secara otomatis akan menambah ukuran payudara.
Dua : Mengencangkan Payudara dengan Pepaya
Sejak zaman dahulu kala, pepaya muda sudah digunakan untuk mengencangkan payudara, enzim yang terdapat dalam pepaya sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Sementara itu hormon pengencang dan vitamin A dalam enzim pepaya, diyakini akan merangsang pengeluaran hormon wanita, selain itu dapat merangsang indung telur agar mengeluarkan hormon kewanitaan (estrogen, progesterone, dan prolaktin), melancarkan kelenjar susu dan tentu saja mengencangkan payudara.
Cara membuat : Potong pepaya mengkal, ambil kira-kira satu mangkok, kemudian dibuat menjadi juice dengan campuran susu kedelai. Kandungan phyto-estrogen kedelai sangat baik untuk payudara. Setelah itu beri sedikit perasan jeruk nipis dan satu atau dua sendok makan madu. Minum secara teratur dua hari sekali.
Tiga : Mengencangkan Payudara dengan Masker Payudara
Masker payudara ini dibuat dari bahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Inti tepung beras ini bermanfaat untuk mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, dan memperindah bentuk payudara serta memperlambat penuaan dini.
Berikut ini urutan saat anda melakukan masker payudara:
1. Berbaringlah rileks dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara dengan handuk yang sebelumnya sudah direndam dalam air hangat.
3. Usap lembut kulit pembungkus payudara dan keringkan.
4. Sebelum anda masker, dapat anda oleskan minyak bulus sambil melakukan piijatan pada payudara, lakukan secara perlahan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
5. Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan.
6. Tutup puting susu dengan kapas basah.
7. Dengan menggunakan kuas, oleskan masker tepung beras yang sudah dicampur air mawar secara merata pada payudara. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
8. Bilas payudara dengan air hangat hingga bersih, kemudian kompreslah dengan es. Beri tepukan lembut pada payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar.
Agar hasil maksimal, maskerlah payudara anda seminggu sekali, berturut-turut, selama 10 minggu.
O iya, sebagai warisan nenek moyang, khasiat minyak bulus juga dipercaya mampu merangsang pembesaran payudara secara alami.
Nah, kini anda telah mendapatkan tiga cara mudah untuk memperoleh penampilan payudara yang lebih sehat, kencang, dan menawan… :)
Selamat mencoba!
Sumber : http://parelotong.blogspot.com
KISAH NABI AYUB AS
Nabi Ayub as menggambarkan sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Sering orang menisbatkan kesabaran kepada Nabi Ayub. Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub. Jadi, Nabi Ayub menjadi simbol kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
Yang dimaksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahasia pujian Allah SWT padanya.
Al-Qur'an al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, dan banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya. Dalam cuplikan kitab Taurat disebutkan berkenaan dengan Nabi Ayub: "Maka keluarlah setan dari haribaan Tuhan dan kemudian Ayub terkena suatu luka yang sangat mengerikan dari ujung kakinya sampai kepalanya." Tentu kita menolak semua ini sebagai suatu hakikat yang nyata. Kami pun tidak mentolerir jika itu dianggap sebagai perbuatan seni semata. Perhatikanlah ungkapan dalam Taurat: "Kemudian setan keluar dari haribaan Tuhan kita," sebagai orang-orang Muslim, kita mengetahui bahwa setan telah keluar dari haribaan Tuhan sejak Allah SWT menciptakan Adam as. Maka, kapan setan kembali keharibaan Tuhan? Kita berada di hadapan ungkapan seni, tetapi kita tidak berada di hadapan suatu hakikat.
Lalu, bagaimana hakikat sakitnya Nabi Ayub dan bagaimana kisahnya? Yang populer tentang cobaan Nabi Ayub dan kesabarannya adalah riwayat berikut: para malaikat di bumi berbicara sesama mereka tentang manusia dan sejauh mana ibadah mereka. Salah seorang di antara mereka berkata: "Tidak ada di muka bumi ini seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub. Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan selalu berdakwah di jalan-Nya." Setan mendengarkan apa yang dikatakan lalu ia merasa terganggu dengan hal itu. Kemudian ia pergi menuju ke Nabi Ayub dalam rangka berusaha menggodanya tetapi Nabi Ayub adalah seorang Nabi di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan cinta kepada Allah SWT sehingga setan tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya.
Ketika setan berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub, ia berkata kepada Allah SWT: "Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan karena cinta, tapi ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cinta."
Riwayat tersebut mengatakan bahwa Allah SWT berkata kepada iblis: "Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati imannya. Ayub menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran. Aku membolehkanmu untuk mengujinya dalam hartanya. Lakukan apa saja yang engkau inginkan, kemudian lihatlah hasil dari apa yang engkau lakukan."
Akhirnya, setan pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman dan kenikmatan yang dimilikinya. Kemudian setan itu menghancurkan semuanya. Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran. Kemudian setan menunggu apa tindakan Nabi Ayub. Nabi Ayub berkata: "Oh musibah dari Allah SWT. Aku harus mengembalikan kepada-Nya amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah SWT telah memberi kami nikmat selama beberapa masa. Maka segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan ridha dengan keputusan Allah SWT. Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Dia-lah yang ridha dan Dialah yang murka. Dia adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya." Kemudian Nabi Ayub sujud dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan tersebut.
Lalu setan kembali kepada Allah SWT dan berkata: "Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran maka hal itu sebagai bentuk usahanya karena ia mendapatkan anak. Ia mengharapkan dengan melalui mereka kekayaannya meningkat dan melalui mereka ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah." Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT membolehkan bagi setan untuk berbuat apa saja kepada anak-anak Ayub. Kemudian setan menggoncangkan rumah yang di situ anak-anaknya tinggal sehingga mereka semua terbunuh. Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: "Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat. Kemudian Ayub pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu."
Iblis kembali menemui Allah SWT dan mengatakan bahwa Ayub dapat bersabar karena badannya sehat. Seandainya Engkau memberi kekuasaan kepadaku, ya Rabbi, untuk mengganggu badannya niscaya dia akan berhenti dari kesabarannya. Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT menginzinkan setan untuk mengganggu tubuh Ayub. Dikatakan bahwa setan memukul tubuh Nabi Ayub dari kepalanya sampai kakinya sehingga Nabi Ayub sakit kulit di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan keluarganya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya kecuali isterinya. Namun lagi-lagi Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Beliau memuji-Nya pada hari-hari kesehatannya dan ia tetap memuji Allah SWT saat mendapatkan ujian sakit. Dalam dua keadaan itu, Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT.
Melihat pemandangan itu, amarah setan semakin meningkat namun ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Di sini setan mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar dan ia menceritakan tentang kisah Ayub dan meminta mereka mengeluarkan pendapat—setelah ia menyampaikan rasa putus asanya saat menggodanya atau mencoba menghilangkan sifat sabarnya dan syukurnya.
Salah seorang setan berkata: "Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari surga, lalu darimana engkau mendatanginya? Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?" Terbukalah di hadapan Iblis suatu ide yang baru. Lalu ia pergi ke istri Ayub dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa sehingga ia pergi ke Ayub dan berkata padanya: "Sampai kapan Allah SWT menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jayamu dan kemuliaanmu dahulu?"
Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: "Sungguh engkau telah dikuasai oleh setan. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?" Perempuan itu berkata: "Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?" Nabi Ayub berkata: "Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?" Istrinya menjawab: "Delapan tahun." Ayub berkata: "Berapa lama kita mendapat penderitaan?" Istrinya menjawab: "Tujuh tahun." Ayub berkata: "Aku malu jika aku meminta agar Allah SWT melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah SWT membuat hatimu menjadi sempit. Seandainya aku sembuh dan kembali kepada kekuatanku, niscaya aku akan memukulmu dengan seratus kali pukulan dari tongkat. Sejak hari ini, aku tidak memakan dari makananmu dan dari minumanmu atau memerintahkanmu untuk melakukan suatu urusan. Maka pergilah kau dariku."
Akhirnya, isteri Nabi Ayub pergi sehingga Nabi Ayub tinggal sendirian dalam keadaan sabar menanggung penderitaanya. Penderitaan yang seandainya ditimpakan kepada gunung niscaya gunung tidak akan mampu menahannya. Kemudian Nabi Ayub berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan penuh kasih sayang dan meminta belas kasih kepada-Nya. Beliau berdoa agar Allah SWT menyembuhkannya. Dan akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Demikianlah riwayat yang populer berkenaan dengan penderitaan Nabi Ayub dan kesabarannya.
Menurut hemat kami riwayat ini palsu karena ia sesuai dengan teks Taurat yang menjelaskan sakitnya Nabi Ayub. Begitu juga kami tidak menerima jika dikatakan bahwa penyakitnya sangat buruk sekali yang menyebabkan masyarakat lari darinya sebagaimana dikatakan oleh dongeng-dongeng kuno. Bagi kami, riwayat semacam itu bertentangan dengan kedudukan kenabian. Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Qur'an berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Qur'an adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya.
Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ('Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. al-Anbiya': 83-84)
Kita telah memahami bahwa Nabi Ayub adalah hamba yang saleh dari hamba-hamba Allah SWT. Allah SWT menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh istrinya dan keluarganya sehingga ia merasakan arti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita karenanya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah SWT.
Sakit yang dideritanya cukup lama sehingga beliau menghabiskan waktu-waktu dan hari-harinya dalam keadaan sendirian bersama penyakitnya, rasa sedihnya, dan kesendiriannya. Demikianlah Nabi Ayub merasakan segi tiga penderitaan. Segi tiga penderitaan dalam hidupnya, yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Di saat beliau mendapat cobaan seperti itu, pada suatu hari datang pada beliau salah satu pemikiran setan. Pikiran itu berputar-putar di relung hatinya; pikiran itu mengatakan padanya, wahai Ayub penyakit ini dan penderitaan yang engkau rasakan oleh karena godaaan dariku. Seandainya engkau berhenti sabar dalam satu hari saja niscaya penyakitmu akan hilang darimu. Kemudian manusia-manusia berbisik-bisik dan berkata: Seandainya Allah SWT mencintainya niscaya ia tidak akan merasakan penderitaan yang begitu hebat. Demikianlah pemikiran yang jahat itu. Setan tidak mampu untuk mengganggu seseorang kecuali dengan izin Allah SWT sebagaimana Allah SWT tidak menjadikan cinta-Nya kepada manusia identik dengan kesehatan mereka. Sesungguhnya Allah SWT menguji mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.
Pikiran setan itu berputar di sekitar hati Nabi Ayub seperti berputarnya lalat di musim panas di sekitar kepala manusia, namun beliau mampu menghilangkan pikiran ini dan sambil tersenyum kepada dirinya beliau berkata: "Keluarlah hai setan! Sungguh aku tidak akan berhenti bersabar, bersyukur, dan beribadah." Akhirnya, pikiran jahat itu dengan rasa putus asa keluar dari akal Nabi Ayub. Nabi Ayub duduk dalam keadaaan marah karena setan berani untuk mengganggunya. Beliau membayangkan bahwa boleh jadi setan berani menggodanya dengan memanfaatkan kesendiriannya, penderitaannya, dan penyakitnya.
Istri Nabi Ayub datang dalam keadaan terlambat dan mendapati Nabi Ayub dalam keadaan marah. Istrinya itu menutupi kepalanya dengan suatu kain tertutup. Istri Nabi Ayub menghadirkan atau menghidangkan makanan yang baik untuknya. Nabi Ayub bertanya padanya: "Dari mana engkau mendapati uang?" Nabi Ayub telah bersumpah akan memukulnya seratus kali pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh, tetapi kesabarannya sungguh sangat luas seperti sungai yang besar. Dan di waktu sore, setelah mengetahui kehalalan makanan yang dihidangkan, beliau pun memakannya. Kemudian Nabi Ayub keluar menuju ke gunung dan berdoa kepada Tuhannya.
Allah SWT berfirman:
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (hepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)
Bagaimana kita memahami perkataan Nabi Ayub, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan."? Nabi Ayub ingin mengadukan kepada Tuhannya perihal keberanian setan padanya di mana setan membayangkan bahwa ia dapat mengganggunya. Nabi Ayub tidak percaya bahwa sakit yang dideritanya adalah datang karena pengaruh setan.
Demikianlah pemahaman yang sesuai dengan kemaksuman para nabi dan kesempumaan mereka. Allah SWT memerintahkan beliau untuk mandi di salah satu mata air di gunung. Allah SWT memerintahkannya agar beliau minum dari mata air ini. Kemudian Nabi Ayub melaksanakan perintah ini dan mandi serta minum. Belum lama beliau minum pada tegukan yang terakhir sehingga beliau merasakan sehat dan sembuh total dari penyakitnya. Kemudian suhu panas dalam tubuhnya pun kembali normal seperti biasanya. Allah SWT memberikan kepada Ayub dan keluarganya dan orang-orang yang seperti mereka suatu rahmat dari sisi-Nya sehingga Nabi Ayub tidak kembali sendirian. Allah SWT memberinya berlipat-lipat kekayaan dan kemuliaan dari sisi-Nya sehingga Ayub tidak menjadi fakir.
Nabi Ayub kembali mendapatkan kesehatannya setelah lama merasakan penderitaan dan sakit; Nabi Ayub bersyukur kepada Allah SWT. Beliau telah bersumpah untuk memukul istrinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh. Sekarang beliau sembuh maka Allah SWT mengetahui bahwa beliau tidak bermaksud untuk memukul istrinya. Namun agar beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya, Allah SWT memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus dan hendaklah beliau memukulkan itu kepada istrinya dengan sekali pukulan. Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya dan tidak berbohong. Allah SWT membalas kesabaran Ayub dan memujinya dalam Al-Qur'an sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
http://quran.al-shia.org
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
Yang dimaksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahasia pujian Allah SWT padanya.
Al-Qur'an al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, dan banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya. Dalam cuplikan kitab Taurat disebutkan berkenaan dengan Nabi Ayub: "Maka keluarlah setan dari haribaan Tuhan dan kemudian Ayub terkena suatu luka yang sangat mengerikan dari ujung kakinya sampai kepalanya." Tentu kita menolak semua ini sebagai suatu hakikat yang nyata. Kami pun tidak mentolerir jika itu dianggap sebagai perbuatan seni semata. Perhatikanlah ungkapan dalam Taurat: "Kemudian setan keluar dari haribaan Tuhan kita," sebagai orang-orang Muslim, kita mengetahui bahwa setan telah keluar dari haribaan Tuhan sejak Allah SWT menciptakan Adam as. Maka, kapan setan kembali keharibaan Tuhan? Kita berada di hadapan ungkapan seni, tetapi kita tidak berada di hadapan suatu hakikat.
Lalu, bagaimana hakikat sakitnya Nabi Ayub dan bagaimana kisahnya? Yang populer tentang cobaan Nabi Ayub dan kesabarannya adalah riwayat berikut: para malaikat di bumi berbicara sesama mereka tentang manusia dan sejauh mana ibadah mereka. Salah seorang di antara mereka berkata: "Tidak ada di muka bumi ini seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub. Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan selalu berdakwah di jalan-Nya." Setan mendengarkan apa yang dikatakan lalu ia merasa terganggu dengan hal itu. Kemudian ia pergi menuju ke Nabi Ayub dalam rangka berusaha menggodanya tetapi Nabi Ayub adalah seorang Nabi di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan cinta kepada Allah SWT sehingga setan tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya.
Ketika setan berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub, ia berkata kepada Allah SWT: "Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan karena cinta, tapi ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cinta."
Riwayat tersebut mengatakan bahwa Allah SWT berkata kepada iblis: "Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati imannya. Ayub menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran. Aku membolehkanmu untuk mengujinya dalam hartanya. Lakukan apa saja yang engkau inginkan, kemudian lihatlah hasil dari apa yang engkau lakukan."
Akhirnya, setan pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman dan kenikmatan yang dimilikinya. Kemudian setan itu menghancurkan semuanya. Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran. Kemudian setan menunggu apa tindakan Nabi Ayub. Nabi Ayub berkata: "Oh musibah dari Allah SWT. Aku harus mengembalikan kepada-Nya amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah SWT telah memberi kami nikmat selama beberapa masa. Maka segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan ridha dengan keputusan Allah SWT. Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Dia-lah yang ridha dan Dialah yang murka. Dia adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya." Kemudian Nabi Ayub sujud dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan tersebut.
Lalu setan kembali kepada Allah SWT dan berkata: "Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran maka hal itu sebagai bentuk usahanya karena ia mendapatkan anak. Ia mengharapkan dengan melalui mereka kekayaannya meningkat dan melalui mereka ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah." Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT membolehkan bagi setan untuk berbuat apa saja kepada anak-anak Ayub. Kemudian setan menggoncangkan rumah yang di situ anak-anaknya tinggal sehingga mereka semua terbunuh. Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: "Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat. Kemudian Ayub pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu."
Iblis kembali menemui Allah SWT dan mengatakan bahwa Ayub dapat bersabar karena badannya sehat. Seandainya Engkau memberi kekuasaan kepadaku, ya Rabbi, untuk mengganggu badannya niscaya dia akan berhenti dari kesabarannya. Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT menginzinkan setan untuk mengganggu tubuh Ayub. Dikatakan bahwa setan memukul tubuh Nabi Ayub dari kepalanya sampai kakinya sehingga Nabi Ayub sakit kulit di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan keluarganya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya kecuali isterinya. Namun lagi-lagi Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Beliau memuji-Nya pada hari-hari kesehatannya dan ia tetap memuji Allah SWT saat mendapatkan ujian sakit. Dalam dua keadaan itu, Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT.
Melihat pemandangan itu, amarah setan semakin meningkat namun ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Di sini setan mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar dan ia menceritakan tentang kisah Ayub dan meminta mereka mengeluarkan pendapat—setelah ia menyampaikan rasa putus asanya saat menggodanya atau mencoba menghilangkan sifat sabarnya dan syukurnya.
Salah seorang setan berkata: "Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari surga, lalu darimana engkau mendatanginya? Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?" Terbukalah di hadapan Iblis suatu ide yang baru. Lalu ia pergi ke istri Ayub dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa sehingga ia pergi ke Ayub dan berkata padanya: "Sampai kapan Allah SWT menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jayamu dan kemuliaanmu dahulu?"
Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: "Sungguh engkau telah dikuasai oleh setan. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?" Perempuan itu berkata: "Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?" Nabi Ayub berkata: "Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?" Istrinya menjawab: "Delapan tahun." Ayub berkata: "Berapa lama kita mendapat penderitaan?" Istrinya menjawab: "Tujuh tahun." Ayub berkata: "Aku malu jika aku meminta agar Allah SWT melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah SWT membuat hatimu menjadi sempit. Seandainya aku sembuh dan kembali kepada kekuatanku, niscaya aku akan memukulmu dengan seratus kali pukulan dari tongkat. Sejak hari ini, aku tidak memakan dari makananmu dan dari minumanmu atau memerintahkanmu untuk melakukan suatu urusan. Maka pergilah kau dariku."
Akhirnya, isteri Nabi Ayub pergi sehingga Nabi Ayub tinggal sendirian dalam keadaan sabar menanggung penderitaanya. Penderitaan yang seandainya ditimpakan kepada gunung niscaya gunung tidak akan mampu menahannya. Kemudian Nabi Ayub berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan penuh kasih sayang dan meminta belas kasih kepada-Nya. Beliau berdoa agar Allah SWT menyembuhkannya. Dan akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Demikianlah riwayat yang populer berkenaan dengan penderitaan Nabi Ayub dan kesabarannya.
Menurut hemat kami riwayat ini palsu karena ia sesuai dengan teks Taurat yang menjelaskan sakitnya Nabi Ayub. Begitu juga kami tidak menerima jika dikatakan bahwa penyakitnya sangat buruk sekali yang menyebabkan masyarakat lari darinya sebagaimana dikatakan oleh dongeng-dongeng kuno. Bagi kami, riwayat semacam itu bertentangan dengan kedudukan kenabian. Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Qur'an berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Qur'an adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya.
Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ('Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. al-Anbiya': 83-84)
Kita telah memahami bahwa Nabi Ayub adalah hamba yang saleh dari hamba-hamba Allah SWT. Allah SWT menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh istrinya dan keluarganya sehingga ia merasakan arti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita karenanya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah SWT.
Sakit yang dideritanya cukup lama sehingga beliau menghabiskan waktu-waktu dan hari-harinya dalam keadaan sendirian bersama penyakitnya, rasa sedihnya, dan kesendiriannya. Demikianlah Nabi Ayub merasakan segi tiga penderitaan. Segi tiga penderitaan dalam hidupnya, yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Di saat beliau mendapat cobaan seperti itu, pada suatu hari datang pada beliau salah satu pemikiran setan. Pikiran itu berputar-putar di relung hatinya; pikiran itu mengatakan padanya, wahai Ayub penyakit ini dan penderitaan yang engkau rasakan oleh karena godaaan dariku. Seandainya engkau berhenti sabar dalam satu hari saja niscaya penyakitmu akan hilang darimu. Kemudian manusia-manusia berbisik-bisik dan berkata: Seandainya Allah SWT mencintainya niscaya ia tidak akan merasakan penderitaan yang begitu hebat. Demikianlah pemikiran yang jahat itu. Setan tidak mampu untuk mengganggu seseorang kecuali dengan izin Allah SWT sebagaimana Allah SWT tidak menjadikan cinta-Nya kepada manusia identik dengan kesehatan mereka. Sesungguhnya Allah SWT menguji mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.
Pikiran setan itu berputar di sekitar hati Nabi Ayub seperti berputarnya lalat di musim panas di sekitar kepala manusia, namun beliau mampu menghilangkan pikiran ini dan sambil tersenyum kepada dirinya beliau berkata: "Keluarlah hai setan! Sungguh aku tidak akan berhenti bersabar, bersyukur, dan beribadah." Akhirnya, pikiran jahat itu dengan rasa putus asa keluar dari akal Nabi Ayub. Nabi Ayub duduk dalam keadaaan marah karena setan berani untuk mengganggunya. Beliau membayangkan bahwa boleh jadi setan berani menggodanya dengan memanfaatkan kesendiriannya, penderitaannya, dan penyakitnya.
Istri Nabi Ayub datang dalam keadaan terlambat dan mendapati Nabi Ayub dalam keadaan marah. Istrinya itu menutupi kepalanya dengan suatu kain tertutup. Istri Nabi Ayub menghadirkan atau menghidangkan makanan yang baik untuknya. Nabi Ayub bertanya padanya: "Dari mana engkau mendapati uang?" Nabi Ayub telah bersumpah akan memukulnya seratus kali pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh, tetapi kesabarannya sungguh sangat luas seperti sungai yang besar. Dan di waktu sore, setelah mengetahui kehalalan makanan yang dihidangkan, beliau pun memakannya. Kemudian Nabi Ayub keluar menuju ke gunung dan berdoa kepada Tuhannya.
Allah SWT berfirman:
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (hepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)
Bagaimana kita memahami perkataan Nabi Ayub, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan."? Nabi Ayub ingin mengadukan kepada Tuhannya perihal keberanian setan padanya di mana setan membayangkan bahwa ia dapat mengganggunya. Nabi Ayub tidak percaya bahwa sakit yang dideritanya adalah datang karena pengaruh setan.
Demikianlah pemahaman yang sesuai dengan kemaksuman para nabi dan kesempumaan mereka. Allah SWT memerintahkan beliau untuk mandi di salah satu mata air di gunung. Allah SWT memerintahkannya agar beliau minum dari mata air ini. Kemudian Nabi Ayub melaksanakan perintah ini dan mandi serta minum. Belum lama beliau minum pada tegukan yang terakhir sehingga beliau merasakan sehat dan sembuh total dari penyakitnya. Kemudian suhu panas dalam tubuhnya pun kembali normal seperti biasanya. Allah SWT memberikan kepada Ayub dan keluarganya dan orang-orang yang seperti mereka suatu rahmat dari sisi-Nya sehingga Nabi Ayub tidak kembali sendirian. Allah SWT memberinya berlipat-lipat kekayaan dan kemuliaan dari sisi-Nya sehingga Ayub tidak menjadi fakir.
Nabi Ayub kembali mendapatkan kesehatannya setelah lama merasakan penderitaan dan sakit; Nabi Ayub bersyukur kepada Allah SWT. Beliau telah bersumpah untuk memukul istrinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh. Sekarang beliau sembuh maka Allah SWT mengetahui bahwa beliau tidak bermaksud untuk memukul istrinya. Namun agar beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya, Allah SWT memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus dan hendaklah beliau memukulkan itu kepada istrinya dengan sekali pukulan. Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya dan tidak berbohong. Allah SWT membalas kesabaran Ayub dan memujinya dalam Al-Qur'an sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
http://quran.al-shia.org
KISAH NABI HUD A.S.
Suku Aad
Kaum Nabi Hud A.S. adalah suku Aad diambil dari nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama Al-Ahqaf terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman. Suku ini termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh.
Mereka terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar. Itulah karunia Allah SWT. Untuk mereka diberikan tanah yang subur dengan sumber-sumber air yang mengalir serta kepandaian mereka tentang irigasi dan bercocok tanam.
Kaum Aad adalah kaum penyembah berhala. Berhala yang di-Illahkan oleh mereka. Berhala itu diberi nama Shamud dan Alhattar. Menurut kepercayaan mereka dapat memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak bala dan segala musibah.
Dakwah Nabi Hud
Nabi Hud adalah anggota suku Aad dari keluarga yang terpandang serta berpengaruh. Sejak kecil terkenal dengan perilaku dan budi pekerti yang baik.
Menginjak dewasa Nabi Hud memulai dakwahnya dari mengingatkan akan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t. yang berupa karunia alam, kepandaian serta fisik yang diterima kaumnya. Tapi yang diterimanya adalah penolakan dan hujatan hingga turunlah azab dari Allah swt.
Peringatan dan Azab Allah s.w.t. Atas Kaum Aad
Tahap pertama datanglah musim kemarau yang berkepanjangan hingga lahan dan sumber-sumber mata air menjadi kering akbibatnya kelaparan melanda.
Tapi suku Aad tetap berkeras pada keyakinannya menantang Tuhan nabi Hud A.S. untuk membuktikan kebesaranNya, Allah menurunkan peringatan tahap kedua yaitu terlihatnya dari langit gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka. Serta merta disambut kaum Aad dengan gembira yang menyangka hujan akan segera turun.
Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud: itu bukanlah rahmat bagi kamu melainkan akan membawa kamu pada kehancuran karena kesombongan kamu terhadap Tuhanku.
Maka datanglah Taufan dahsyat yang membinasakan suku Aad, yang mungkin sekarang disebut dengan Tornado namun dengan skala terbesar sepanjang sejarah manusia. Wallahu Alam.
Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah s.w.t. dari bencana yang menimpa kaumnya. Setelah cuaca kembali tenang dan tanah Al-Ahqaf sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad, pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut. Ia tinggal disana menghabiskan sisa hidupnya.
Makamnya terletak di atas sebuah bukit lebih kurang 50 km dari kota Siwun dan selalu dikunjungi para peziarah terutama bulan Syaaban. Bukti hancurnya masa keemasan suku Aad pun masih ada sampai sekarang di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman yaitu yang di klaim sebagai sistem irigasi air tertua dalam sejarah manusia. “Wallahu Alam”
Sumber :
Diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 hingga 60, surah Al-Mukminun ayat 31 sehingga ayat 41, surah Al-Ahqaaf ayat 21 hingga ayat 26 dan surah Al-Haaqqah ayat 6, 7 dan 8.http://www.anneahira.com
Kaum Nabi Hud A.S. adalah suku Aad diambil dari nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama Al-Ahqaf terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman. Suku ini termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh.
Mereka terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar. Itulah karunia Allah SWT. Untuk mereka diberikan tanah yang subur dengan sumber-sumber air yang mengalir serta kepandaian mereka tentang irigasi dan bercocok tanam.
Kaum Aad adalah kaum penyembah berhala. Berhala yang di-Illahkan oleh mereka. Berhala itu diberi nama Shamud dan Alhattar. Menurut kepercayaan mereka dapat memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak bala dan segala musibah.
Dakwah Nabi Hud
Nabi Hud adalah anggota suku Aad dari keluarga yang terpandang serta berpengaruh. Sejak kecil terkenal dengan perilaku dan budi pekerti yang baik.
Menginjak dewasa Nabi Hud memulai dakwahnya dari mengingatkan akan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t. yang berupa karunia alam, kepandaian serta fisik yang diterima kaumnya. Tapi yang diterimanya adalah penolakan dan hujatan hingga turunlah azab dari Allah swt.
Peringatan dan Azab Allah s.w.t. Atas Kaum Aad
Tahap pertama datanglah musim kemarau yang berkepanjangan hingga lahan dan sumber-sumber mata air menjadi kering akbibatnya kelaparan melanda.
Tapi suku Aad tetap berkeras pada keyakinannya menantang Tuhan nabi Hud A.S. untuk membuktikan kebesaranNya, Allah menurunkan peringatan tahap kedua yaitu terlihatnya dari langit gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka. Serta merta disambut kaum Aad dengan gembira yang menyangka hujan akan segera turun.
Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud: itu bukanlah rahmat bagi kamu melainkan akan membawa kamu pada kehancuran karena kesombongan kamu terhadap Tuhanku.
Maka datanglah Taufan dahsyat yang membinasakan suku Aad, yang mungkin sekarang disebut dengan Tornado namun dengan skala terbesar sepanjang sejarah manusia. Wallahu Alam.
Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah s.w.t. dari bencana yang menimpa kaumnya. Setelah cuaca kembali tenang dan tanah Al-Ahqaf sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad, pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut. Ia tinggal disana menghabiskan sisa hidupnya.
Makamnya terletak di atas sebuah bukit lebih kurang 50 km dari kota Siwun dan selalu dikunjungi para peziarah terutama bulan Syaaban. Bukti hancurnya masa keemasan suku Aad pun masih ada sampai sekarang di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman yaitu yang di klaim sebagai sistem irigasi air tertua dalam sejarah manusia. “Wallahu Alam”
Sumber :
Diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 hingga 60, surah Al-Mukminun ayat 31 sehingga ayat 41, surah Al-Ahqaaf ayat 21 hingga ayat 26 dan surah Al-Haaqqah ayat 6, 7 dan 8.http://www.anneahira.com
TAHUN BARU CINA
Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Cina. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).
Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Cina biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.
Tanggal untuk Tahun Baru Cina dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.
Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Cina dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek di tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.
Sejarah
Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.
Mitos
Puisi Tahun Baru Cina tulisan tangan ditempel pada pintu ke rumah orang, di Lijiang, Yunnan, Cina.
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian".[1][2]
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.
Sekitar masa tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat:
* Aksara Tionghoa Sederhana: 恭喜发财 - Aksara Tionghoa Tradisional: 恭喜發財 = "selamat dan semoga banyak rejeki", dibaca:
o "Gōngxǐ fācái" (bahasa Mandarin)
o "Kung hei fat choi" (bahasa Kantonis)
o "Kiong hi huat cai" (bahasa Hokkien)
o "Kiong hi fat choi" {bahasa Hakka)
* "Xīnnián kuàilè" (新年快樂) = "Selamat Tahun Baru"
tahun Baru Imlek di Indonesia
Di Indonesia, selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.
Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur yang fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002 (12 Februari 2002), Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Sukarno Putri.
(Astrologi Cina)wikipedia
Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Cina biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.
Tanggal untuk Tahun Baru Cina dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.
Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Cina dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek di tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.
Sejarah
Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.
Mitos
Puisi Tahun Baru Cina tulisan tangan ditempel pada pintu ke rumah orang, di Lijiang, Yunnan, Cina.
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian".[1][2]
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.
Sekitar masa tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat:
* Aksara Tionghoa Sederhana: 恭喜发财 - Aksara Tionghoa Tradisional: 恭喜發財 = "selamat dan semoga banyak rejeki", dibaca:
o "Gōngxǐ fācái" (bahasa Mandarin)
o "Kung hei fat choi" (bahasa Kantonis)
o "Kiong hi huat cai" (bahasa Hokkien)
o "Kiong hi fat choi" {bahasa Hakka)
* "Xīnnián kuàilè" (新年快樂) = "Selamat Tahun Baru"
tahun Baru Imlek di Indonesia
Di Indonesia, selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.
Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur yang fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002 (12 Februari 2002), Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Sukarno Putri.
(Astrologi Cina)wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)