Total Tayangan Halaman

Kamis, 17 September 2009

Mengajak Anak Untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang ke tiga. Ditinjau dari urutan, ia menempati urutan ke tiga. Yang berarti bila sudah bisa melaksanakan syahadat dilanjutkan sholat lalu puasa.

Untuk itulah pentingnya mengajarkan berpuasa kepada anak, supaya sedini mungkin anak tersebut mengenal ajaran agamanya sendiri. Ketika anak mulai sekolah di TK ini adalah masa penting dan tepat untuk mengajarkan puasa. Karena ia sudah sekolah, pasti ada sekian jam waktu yang ia habiskan di sekolah. Waktu ini bisa kita manfaatkan untuk memulai "belajar puasa". Selama ia di sekolah, ia bisa menghabiskan waktu dengan "belajar puasa", tidak makan dan minum. Jika ia masih kuat bisa kita tambah jamnya sesuai kemampuan anak.

Yang paling penting disini adalah kita mengetahui pasti kemampuan anak kita, baik dari sisi kesehatan apakah ia sedang sakit atau sehat, mampu menahan haus berapa jam, serta pemahaman tentang puasa. Bahwa puasa dilakukan dari shubuh sampai maghrib. Untuk bisa puasa 1 hari itu, kita harus belajar puasa. Dan belajar puasa dilakukan dari kecil.

Untuk sharing pengalaman, saya punya 3 orang anak yang mulai saya ajarkan untuk puasa ketika mereka usia 4 tahun. Mereka sudah mulai sekolah di TK kelas A atau 0 kecil. Anak I bisa puasa 1 hari sampai maghrib, ketika kelas B. Ia bisa mendapat 15 hari terakhir, puasa full. Berbeda dengan anak ke II, ia bisa puasa 1 hari full sejak pertama diajarkan. Kondisi fisik yang lebih kuat ternyata lebih mudah untuk melaksanakan ibadah ini. Sedangkan untuk anak ke III ceritanya lain lagi. Walaupun sudah diajarkan puasa seperti kakak-kakaknya tetapi hasilnya beda. Katanya," Aya puasa, tapi mau minum dulu ! Nanti haus kalau nggak minum." Padahal sewaktu omongan itu keluar, ia mau berangkat sholat shubuh dan baru saja sahur. Dan saya juga menyekolahkan anak saya pada institusi yang punya visi misi yang sama, sehingga antara sekolah dan ortu bisa bekerjasama dalam hal ini.

Dari pengalaman itu semua ternyata teori untuk mengajarkan anak berpuasa sejak dini, harus diikuti dengan pengawasan dan kontrol yang ketat. Tujuannya ialah untuk memastikan hasil yang akan dicapai anak kita tersebut memang benar adanya.

Selasa, 15 September 2009

Ramadhan Hampir Meninggalkan Kita

10 hari terakhir Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Seandainya ramadhan bisa terus bersama kita, hari-hari yang akan kita lewati pastinya akan terasa lebih syahdu, lebih khusyuk dan lebih bermakna.
macet yang menjadi rutinitas Jakarta bisa lebih dikurangi. Para karyawan perkantoran bisa pulang ke rumah lebih awal tanpa terjebak kemacetan. Mahasiswa yang kuliah malam bisa pulang sebelum maghrib, karena jadwal perkuliahan hanya sampai sore.Lembaga amil, zakat, infaq dan shodaqoh bisa menunjukkan eksistensinya dalam menjalankan amanah, sehingga tidak ada lagi peristiwa tragis yang merenggut nyawa pada saat pembagian zakat.

Ahh ........ itu semua hanya angan-angan saja, keinginan pribadi yang tak mungkin terjadi. Allah menciptakan 12 bulan dengan tujuan dan karakter masing-masing untuk kepentingan umatNya.
Sudahlah, apa mau dikata. Keinginan manusia banyak sekali. Semoga Ramadhan kali ini memberi pencerahan baru pada hidupku....untuk kebaikanku.....untuk kebaikan dunia dan akhirat.