Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 November 2010

Observasi Guru

Menambah ilmu adalahsuatu hal yang wajib bagi kita para guru. Walaupun sudah menjadi guru bukan berarti menjadi seorang yang paling tahu. Update ilmu harus selalu dilakukan.
Kemajuan ilmu selalu berkembang. Ilmu hari ini bisa kalah up to date bila dipakai untuk lusa. Bisa jadi kita lebih dulu mengenal suatu ilmu tertentu, tapi kalau kita tidak waspada, terlena dengan keilmuan kita maka bisa jalan di tempat saja.
Menghindari hal tersebut, kita tetap mencoba untuk meng-update diri. Kali ini kami coba menimba ilmu ke TK AS SA'ADAH di Kalisari. Dan tidak sia-sia observasi yang kami lakukan, banyak hal baru, ilmu baru dan info baru yang bisa didapat.

Minggu, 21 November 2010

UTS

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Perkembangan Anak 1
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Ahad, 14 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Ade Suhairi Budiman, M.Ed


PERTANYAAN

1. Kualitas janin dalam kandungan sangat bergantung kepada kondisi usia, emosi, dan nutrisi ibu ketika mengandung. Jelaskan maksudnya!
2. 50% aktifitas bayi dihabiskan untuk tidur. Apa yang menyebabkan perilaku bayi seperti itu? Jelaskan!
3. Gerakan-gerakan motorik bayi didasarkan oleh kemampuan reflex saja, seperti reflex bertahan hidup (survival reflexes) dan reflex primitive. Jelaskan maksud kedua reflex tersebut!
4. Anak usia 2 – 6 tahun memiliki tingkat egosentrisme yang tinggi. Jelaskan apa yang dimaksud egosentrisme tersebut! Apa yang harus sekolah ajarkan untuk mengurangi sifat egosentrisme pada anak-anak?
5. Mikro system
Meso system
Exo system
Makro system
Jelaskan maksud gambar dari teori Urie Bronfenbrenner di atas!











SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Perkembangan Anak 2
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Ahad, 7 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Ade Suhairi Budiman, M.Ed


PERTANYAAN

1. Kapan waktu yang pantas menurut anda untuk memberikan pendidikan moral kepada anak? Mengapa waktu itu yang Anda pilih? Jelaskan!
2. Aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif adalah tiga komponen untuk mengukur moralitas seorang anak. Jelaskan maksud ketiga komponen tersebut!
3. Menurut Lawrence Kohlberg pemberian reward dan punishment menjadi hal penting dalam pendidikan moral kepada anak.
a. Apa yang dimaksud dengan reward dan punishment?
b. Reward dan punishment seperti apa yang boleh dilakukan?
c. Apa implikasi pemberian reward dan punishment bagi anak? jelaskan!
4. Kepercayaan diri menjadi aspek penting bagi anak-anak ketika mereka mencoba belajar berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Jelaskan bagaimana membangun kepercayaan diri untuk anak?


















SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Pofesi Kependidikan
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Sabtu, 6 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Budi Santoso, SS


PERTANYAAN

1. Apakah definisi ‘guru’ menurut pandangan anda ?
2. Dalam Permendiknas No. 58 tahun 2009, dinyatakan bahwa seorang guru PAUD harus 4 kompetensi, yaitu kepibadian, pedagogis, professional, dan sosial. Berikan pandangan anda : jika diurutkan, mana yang menjadi prioritas dari keempat kompetensi itu ? Jelaskan alasannya!
3. Apakah makna Guru Profesional berdasarkan pengalaman anda selama ini ?
4. Guru yang terbaik adalah yang dapat menjadi inspirasi bagi murid-muridnya. Apakah maksud dari pernyataan ini!

Tugas Bu Marti

MODUL UNTUK SENTRA PERSIAPAN

Permainan 1
Judul : COCOKKAN TUTUPNYA
Bahan-bahan permainan :
1. Gelas plastic yang memiliki tutup sebanyak 3 warna yang berbeda.
2. Cangkir bersih dari plastic yang berbeda ukuran berikut tutupnya.
Petunjuk permainan :
1. Tempatkan beberapa jenis gelas berikut tutupnya yang disimpan terpisah di depan anak . Ambillah semua tutup gelas dan campurkan dalam satu kelompok.
2. Kemudian berilah anak tantangan untuk menemukan tutup yang cocok untuk masing-masing gelas.
3. Bagi anak yang lebih kecil, anda dapat memulainya hanya dengan satu atau dua gelas dan tutupnya.

Variasi permainan :
1. Kita bisa perintahkan kepada anak untuk menyebut warna dari gelas-gelas tersebut.
2. Apabila sudah mengenal warna, pindahkan tutup gelas tersebut dengan gelas yang berbeda warnanya.
3. Kemudian suruh anak untuk mengoreksi pasangan warna yang sesuai antara gelas dan tutupnya.
4. Pindahkan posisi gelasnya, sehingga si anak akan menerima tantangan untuk member pasangan tutup gelasnya ke warna yang tepat.

Permainan 2
Judul : MENEBAK ISI GELAS
Bahan –bahan permaianan :
1. Gelas tiga warna atau wadah beda ukuran.
2. Kacang kulit atau bisa diganti benda lain.

Petunjuk permainan :
1. Tempatkan ketiga gelas secara terbalik dan acak di atas meja.
2. Kemudian, letakkan benda kecil di bawah salah satu gelas, atau anda juga bisa memanfaatkan buah-buahan atau cemilan ringan, agar bisa dimakan oleh anak jika ia bisa menebak.
3. Namun, apabilaanak sering meletakkan sesuatu didalam mulutnya, anda bisa menggunakan benda seperti karet yang cukup besar sehingga tidak bisa ditelan dan anak juga bisa menyimpannya setiap menebak dengan benar.
4. Selanjutnya katakana pada anak bahwa hadiah diletakkan di bawah gelas yang besar atau yang kecil. Kemudian acak posisi gelas-gelas tersebut dan lihat bagaimana dia dapat memperhatikannya (misalnya) gelas yang besar dan menunjuk. Apakah dia bisa menebak dengan benar? Apabila berhasil, beri pujian atau beri kesempatan mencoba lagi bila gagal.
5. Bagaimana bila salah menebak ? lihat di bawah gelas bersama-sama, “Nggak, bukan di dalam gelas ukuran sedang.” Kemudian lihat bersama di gelas yang kecil. “Nggak, bukan di bawah gelas yang kecil.” Sekarang lihat yang yang gelas yang besar, “Yaah, di sana ! itu di bawah gelas yang besar !”
Variasi permainan :
cob sembunyikan objek di bawah gelas dengan bentuk atau warna yang berbeda. Sebagai pilihan, anda juga bisa membungkus gelas ukuran yang sama dengan kertas ukuran berbeda.

Permainan 3
Judul : BAK PENUH BIJI
Bahan-bahan permainan :
1. Bak plastic yang cukup besar dan bersih.
2. 5 kantong kacang kering.
3. Mangkuk anti pecah brbagai ukuran.
4. Pilihan : botol air plastic atau wadah dari plastic.
Petunjuk permainan :
1. Ambil bak plastic, isi ½ nya dengan kacang. Apabila anda menggunakan variasi kacang, anak akan mendapatkan campuran kacang yang berwarna-warni. Namun anak boleh jadi tergoda untuk meletakkan kacang di dalam telinga atau hidungnya. Jadi sebaiknya , anda dapat menggunakan kacang yang lebih besar, atau duduk dengannya ketika sedang bermain. Ingatkanlah setiap kali dia berusaha meletakkan kacang di dalam mulut, hidung atau telinganya. Berilah pengertian, misalnya, “Kacang ini untuk bermain, kita tidak akan meletakkan kacang ini di dalam hidung. Itu dapat menyakiti kita.” (Anak-anak tidak akan menjadi “nakal” ketika mereka menyelipkan kacang ke dalam hidungnya, mereka adalah ilmuwan kecil yang menyelidiki berbagai kemungkinan. Tugas kitalah untuk menjelaskan bahaya dari percobaan mereka. Bukan sekedar melarang disertai cercaan atau hukuman.).
2. Sediakan berbagai mangkuk anti pecah dalam ukuran yang berbeda. Pegang mangkuk di atas bak plastic, mulailah bermain dengan menunjukkan bagaimana cara menuangkan kacang dari mangkuk kecil ke dalam mangkuk yang lebih besar dan tekankan pada anak, berapa kali mangkuk yang kecil diisi dan dikosongkan untuk mengisi mangkuk yang besar, hingga mangkuk besar penuh.
3. Selanjutnya tunjukkan kepada anak ketika mereka menuangkan kacang dari mangkuk yang besar kedalam mangkuk yang kecil, kacang-kacang itu akan luber dan berjatuhan karena terlalu penuh. Agar menarik, mainkan tebak-tebakkan : “Mangkuk mana yang berisi lebih banyak kacang, mangkuk yang besar atau yang kecil ?”.
4. Anda apat menyediakan corong besar untuk menambah keasyikan permainan ini. Atau potong botol air mineral plastic menjadi 2 bagian. Bagian bawah ibaratkan mangkuk dan bagian aas ibaratkan corongnya.
5. Biarkan anak-anak melakukan percobaan sendiri.
Variasi permainan :
Agar lebih atraktif, anda bisa juga menyembunyikan “harta benda” kecil, sperti snack/ kue, di antara tumpukan kacang. Perintahkan anak untuk menemukannya.

Permainan 4
Judul : PUZZLE TANGKAI ES KRIM
Bahan-bahan permainan :
1. Tangkai es krim tongkat.
2. Sellotip.
3. Krayon, pensil waarna atau spidol.
Petunjuk permainan :
1. Letakkan 4 atau 5 tangkai stik es krim berhimpitan satu sama lain seolah-olah membuat rakit. Kemudian rekatkan menggunakan selotip agar tidak mudah terlepas. Buatlah gambar menggunakan pensil warna atau spidol, atau gambar sederhana yang meliputi semua tangkai-tangkai tersebut.
2. Berikutnya, lepaskan selotip pada bagian belakang tangkai yang direkat. Lalu berikan kepada. Jelaskan bahwa ia perlu menyusun kembali tangkai itu bersama-sama untuk menyusun ulang gambarnya.
3. Letakkan dan susun tangkai es krim lain yang masih kosong, dan biarkan anak untuk menggambar puzzlenya sendiri, dan giliran anda untuk menyusun ulang.
4. Apabila ada banyak anak yang membuat puzzle, edarkan setiap puzzle kepada semuanya agar masing-masing memiliki kesempatan mencoba.
Variasi permainan :
Sebagai alternative, anda bisa menempelkan gambar-gambar dari majalah pada tangkai tersebut. Kemudian pisahkan tangkai-tangkai yang sudah ditempeli gambar majalah dengan gunting atau pisau.
Gunakan lebih banyak lagi tangkai untuk membuat puzzle yang lebih besar. Gambar dapat dipertahankan sederhana atau diperumit, tergantung keinginan kita.
Permainan 5
Judul : HURUF PASIR
Bahan-bahan permainan :
1. Lem
2. Kertas Krayon
3. Pilihan : kuas.
4. Pasir, garam atau nasi.
5. Pilihan : tinta
Petunjuk permainan :
1. Gunakan botol lem untuk membentuk huruf di atas karton dengan cara menekannya. Atau celupkan kuas ke dalam lem dan tulis beberapa huruf pada kertas. Satu huruf per lembar. Taburi bagian lem yang basah dengan pasir, garam atau beras.biarkan lem mongering, lalu goyang-goyang perlahan untuk melepaskan kelebihan pasir yang tidak menempel pada bagian yang dilumuri lem.
2. Jika ingin lebih menarik, pasir dapat dicampur dengan cat/ tinta untuk membuat hruf warna-warni.
3. Gunakan huruf-huruf tersebut utuk membantu anak belajar menenal abjad dengan meraba-rabanya dan menelusuri bentuknya. Sebelumnya, jangan lupa untuk menutup mata mereka dengan kain.
Variasi permainan :
1. Mintalah anak untuk melipat tangannya ke belakang punggung. Kemudian gesekkan salah satu huruf pasir tersebut ke tangannya. Bisakah dia menebak huruf dengan cara ini ?
2. Simpan beberapa huruf di atas meja. Tutp mata anak-anak dan mintalah ia menemukan huruf yang anda sebut dengan meraba dan merasakan bentuk huruf.
3. Minta anak yang lebih tua menyebutkan sebuah kata, sementara pemain yang ditutup

Selasa, 16 November 2010

Apakah Anda Update Status Karena Butuh Perhatian?

KOMPAS.com - Di era new wave seperti saat ini, berbagai platfom baru untuk berkomunitas, sebut saja seperti milis, forum, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi, terus berkembang. Anak muda tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan perhatian, dan perhatian yang didapat bisa dari mana saja, bahkan dari belahan dunia yang berbeda.

Dari hasil riset yang kami lakukan, aktifitas tersering yang dilakukan anak muda di sosial media on-line adalah update status, diikuti oleh aktifitas lainnya seperti memberikan komentar buat status orang lain, kemudian chatting dan up-load foto. Ketika ditelusuri lebih dalam lagi, dibandingkan dengan anak muda di kota lain, anak-anak di Bandung yang paling sering melakukan aktifitas tersebut di dunia online. Semua aktifitas tersebut, ketika kami gali lebih dalam, esensinya adalah agar ”ingin diperhatikan”.

Tentu sering kali kita melihat status teman-teman atau adik-adik kita yang masih muda berganti terus. Hingga kita sering juga tergelitik, dan berpikir ”kok hal sepele seperti itu dimasukin Facebook ya?” Ada yang hanya bilang, ”aduh temen gua nyebelin banget sih” atau sekedar pamer ”enaknya buka puasa sambil makan donut” bahkan ada yang lebih parah, hanya curhat sambil bilang ”aduh mules banget nih.”

Update status yang kelihatannya sepele itu, sebenarnya adalah bentuk teriakan anak muda, untuk segera diperhatikan. Maka tidak heran, status yang dipasang sengaja dibuat sedemikian rupa supaya orang lain penasaran dan memberikan respon. Dan respon adalah hal yang yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh anak muda ketika mengupdate status mereka di on-line social media.

Bagi anak muda, social media seperti Facebook dan Twitter tidak beda dengan buku harian tempat curhat, tapi ini asyik. Karena versinya digital, tinggal ketik aja di HP dan beres.

Pertanyaannya ”Kenapa harus di jaringan global yang bisa dibaca semua orang? Jawaban spontan yang keluar dari teman-teman hampir sama intinya, ”loh kalau nulis di note atau MS Word, siapa yang bakal baca, terus siapa yang bales?

Dari jawaban ini, sudah jelas bahwa anak muda ingin orang lain tahu keadaan dan perasaan mereka saat itu, dan yang paling ditunggu adalah responnya. Bahkan akan menjadi sebuah kegelisahan yang mengobar ketika apa yang ia tampilkan di sosial media tidak direspon oleh temannya.

Esensinya adalah anak muda butuh sekali perhatian. Untuk mendapatkan itu, mereka bahkan menghabiskan banyak sekali waktunya dalam satu hari di jejaring sosial. Kebutuhan ini, segera diresponi oleh para produsen handphone seperti Nokia, Blackberry, Samsung, dan LG. Mereka melengkapi fitur-fitur produknya, yang semakin hari semakin memudahkan anak muda untuk cari perhatian lewat internet, melalui HP. Para operator selular juga tidak mau kalah dengan berlomba-lomba mengeluarkan berbagai program yang ditujukan buat anak muda, sehingga membuat biaya curhat mereka semakin hari semakin murah saja.

-----
Artikel ini ditulis berdasarkan analisa hasil riset sindikasi terhadap hampir 800 responden anak muda di 6 kota besar di Indonesia, SES A-B, Umur 16-35, yang dilakukan bulan Februari-Maret 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers.

Tulisan 18 dari 100 dalam rangka MarkPlus Conference 2011 “Grow With the Next Marketing” Jakarta, 16 Desember 2010, yang juga didukung oleh Kompas.com dan www.the-marketeers.com

KAYA SUSU BABI

Selasa, 16 juli 2010. Alhamdulillah anak-anak lagi rukun, suasana tenang, tentram. Seakan tidak ada bekas pertengkaran mulut.
Siang itu sehabis dzuhur, semua sudah ada di dalam rumah nonton acara televis si Bolang. Lalu Zaky bilang ke aku :
“Umi aku minum susu lagi ya. Tadi kan aku sudah makan nasi !”
“Aku juga ya mi.”, kata Tsurayya.
“Ya boleh. Satu-satu ya.”
Akhirnya mereka ambil satu-satu sesuai selera mereka. Tetapi ternyata mereka sudah punya cara baru untuk menikmati susu itu. Ide awalnya dari Zaky. Kemasan kotaknya mereka sobek menjadi susu bantal. Lalu Zaky meneruskan lagi dengan menguliti kertas pembungkus susu itu, sehingga hilang semua merk yang menempel. Sampai terlihat aluminium foilnya. Akhirnya adiknya tertarik dan mengikuti. Asyik sekali mereka dengan penemuan barunya. Sampai akhirnya muncul muncul komentar dari Tsurayya.
“Iiih kalau dibuka begini jadi…. Kayak susu babi !”
“Umiiii .. Ayya ngomong babi mi !”, kata Zaky.
“Iyaa ……….. maksud akuu.....kalau susunya disobek begini jadinya kayak susu babi bukan susu sapi.“
“OOO maksudnya ………… kalau tadi ada gambar sapinya, maka jelas susu sapi. Tapi kalau sudah dibuka begini jadi nggak ada gambar sapinya. Jadi bisa kayak susu babi.”

DISURUH PULANG SORE NGGAK NURUT !!!!

Senin, 15 November 2010. Hari ini Tsurayya bangun paling pagi. Dan rutinitas kalau bangun pagi adalah : turun dari tempat tidur, pindah ke tangga sambil tiduran mencari angin semilir. Biasanya dilanjutkan lagi tidurnya.
Namun pagi itu tidak. Sambil memperhatikan aku yang sedang mencuci baju, ia berkata begini,
“Abiii … abi. Dari kemarin udah aku bilangin ! kalau pulang itu sore…… jangan malam-malam. Eh malah malam-malam lagi!!!!!”(sambil mulutnya maju)
“Kenapa dik ? Kok pagi-pagi sudah ngomel.”
“Iyaa umi ………… aku kan kemarin ….. aku udah bilang sama abi tuh di telpon! Eh abinya malah nggak mau denger ! suruh pulangnya sore ……… malah pulang malam lagi .. pulang malam lagi !”
“Abi nggak mau nurut dibilangi !”
“Dibilangi siapa dik ?”
“Dibilangi akuuu umii!”
Uuuuuuuuups …. Pagi-pagi sudah ada yang curhat. Lucu dengernya.