Total Tayangan Halaman

Sabtu, 28 November 2009

Pornografi dan Kekerasan Naruto: Favorit Bagi Anak-Anak

Sumber : eramuslim.com

Sekarang, ini anak-anak mana yang tak mengenal Naruto? Tokoh komik dan film animasi ini (bahasa Jepangnya manga dan anime) sangat populer di kalangan anak-anak. Mereka menggandrunginya, seperti halnya Shinchan beberapa waktu lalu.
Namun sama seperti Shincan—dan notabene film dan novel asal Jepang lainnya, Naruto mengandung banyak sekali muatan pornografi dan kekerasan.
Jika situasi adegan menjadi benar-benar panas, para karakter di seri Naruto tidak jarang mengatakan “Damn!” (sialan, brengsek) dan “Bastard” (bajingan). Kedua kata ini memiliki makna yang kasar dalam bahasa Inggris.
Kekerasan mungkin yang paling kuat tentang Naruto. Menimbang bahwa Naruto adalah sesuatu yang diperuntukkan bagi anak-anak, jumlah kekerasannya sangat mengejutkan. Walau memang seri Naruto bercerita tentang Ninja, sehingga ada penggunaan seni bela diri kiri dan kanan, namun tingkat kekerasannya sangat melimpah. Ada banyak perkelahian dengan senjata tajam, dan banyak darah. Perkelahian itu bahkan menakutkan, dan cukup intens. Jelas bukan sesuatu yang sehat untuk anak-anak.
Sedangkan adegan-adegan porno Naruto misalnya, dalam film kartun tersebut ada adegan Naruto sedang minum minuman keras, dikelilingi lima perempuan setengah telanjang. Lalu, Naruto yang sedang mabuk berkata; "Serasa di surga." Kartun Naruto juga memuat adegan berciuman dan adegan ranjang. Dalam Naruto juga ada adegan ia tengah mandi dengan seorang perempuan seksi dengan hanya mengenakan baju mandi yang sangat mengundang.Yang memprihatinkan, komik Naruto menempati urutan teratas yang dikonsumsi anak-anak.
Jadi, hati-hati jika membiarkan anak Anda menonton atau membaca Naruto. Lebih baik, pikirkan seribu kali sebelum mengizinkan mereka mengonsumsinya. (sa/berbagaisumber)

Jumat, 27 November 2009

RAHASIA GERAKAN SUJUD YANG TUMA’NINAH

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.
Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Sumber: EraMuslim.com

Senin, 23 November 2009

TERAPI SAKIT KEPALA DENGAN SUJUD

SAkit kepala bisa dialami oleh siapa saja. Bila sakit kepala menyerang sejuta rasa sakit mendera kepala, kepala terasa nyut-nyut, berputar, gelap terasa dunia hingga tak bisa berpikir. Kepala serasa kurang oksigen sehingga daya konsentrasi berkurang.

Banyak faktor penyebab dari sakit kepala ini. Dan ada satu teori yang diungkapkan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Amerika, yang menyelidiki rahasia sujud yang dilakukan oleh kaum muslim dalam sholatnya tersebut. Dalam kepenasarannya ia akhirnya menyelidiki selama beberapa kurun waktu. Dan akhirnya ia menemukan jawabannya, bahwa ketika kita sujud sewaktu sholat, ada bagian otak yang akan menerima asupan oksigen. Dan pembuluh otak itu hanya bisa menerima asupan oksigen ketika posisi kita sujud. Subhanallah.............. ternyata Qur'an sudah mengatur semuanya jauh sebelum manusia memahaminya.

Oleh sebab itu aku coba pembuktian teori ini. Untuk mengatasi sakit kepala yang kini sering menderaku, maka kucoba untuk memperlama sujudku ketimbang biasanya. Ternyata niat saja tidak cukup, butuh konsentrasi dan kepekaan dari diri kita.

Pertama kali merasakan sensasi dari terapi sujud ini, wahhhh luaaaar biasa. Badan kita terasa enteng seperti tak ada beban ........ lepas ....... dan lambat laun terasa oksigen itu mulai memenuhi kepala kita. Kepala terasa enteng .......... dan sakit itu mulai pergi sedikit demi sedikit. Dan tak lupa hati ini terus memanjatkan do'a "YA ALLAH SEMBUHKAN SAKITKU ........ YA ALLAH SEMBUHKAN SAKITKU ...........

Dan Alhamdulillah setelah dua bulan terapi ini kulakukan, sakit kepalaku jauuuuuh berkurang.

Minggu, 22 November 2009

PETIR

Petir adalah gejala alam yang muncul ketika cuaca mendung. Sore itu cuaca memang mendung. Pikiranku menerawang memikirkan kondisi suamiku dan anakku Tsuraya, sedang apakah mereka dalam kondisi cuaca yang demikian. Petir menggelegar memekakkan gendang telinga, membuat ciut nyali ini. Sedangkan hujan gerimis disertai angin yang menyertai menambah kerisauan hatiku.
Tiga anakku, baru dua yang ada disampingku. Mereka sudah semakin meringkuk dan menempel ke tubuhku tiap kali mendengar petir. Padahal sebelumnya mereka asyik dengan kegiatannya masing-masing. Zaky asyik mencari tempat dingin dalam tidurnya. Beberapa kali kugendong ke tempat tidurnya, tapi tak berapa lama kembali ke lantai yang dingin. Sedangkan kakaknya Azhari asyik dengan komputer.
Tapi tiba-tiba petir yang begitu keras mengagetkan kami semua. Semua berlari menuju ke tempatku sambil berteriak histeris. Teriakan Azhari terdengar paling keras. Mereka memelukku, apalagi suara petir tersebut tidak hanya sekali, tapi bersahut-sahutan.
Setelah beberapa menit nafasku mulai sesak, hingga kulonggarkan badanku beringsut sedikit dari mereka. Perlahan Zaky mulai bisa menguasai keadaan. Dan tak berapa lama ia pun mulai tersenyum dan tertawa melihat tingkah kakaknya yang masih telungkup menutup muka ketakutan sambil bersuara heeeeeehhhhhhhhhhhhhh.... hhhhheeeeeeeehhhhhh .....tak putus-putus.
"Kak, .........petirnya udah jauh kak. Jangan nangis terus.......!"
"Kakak masih takut !..huhuhuhuhuhhhuuuuu ......... kakak masih trauma sama petir !"
"Hahahahhaha......... trauma ?"
Tiba-tiba DUAAAAAARRRRRR .......PETIR mengelegar lagi mengagetkan kami semua.
"Huuuaaaaaaaaaaa ..........takuuuuuuuuuuut."
Ternyata petir masih belum mau meninggalkan kami sore itu. Geli juga mendengar kalimat yang diucapkan Zaky sebelumnya. Hingga dalam ketegangan saat itu, muncul kalimat pertanyaan darinya yang terdengar lucu pada situasi saat itu.
"Umi ..... trauma itu apa sih ? Kok kakak takut."
"Trauma ? ..........apa ya ......... tanya kakak deh. Kan kakak yang bilang tadi. "
"Kak ....trauma itu apa kak ?"
Geli aku mendengar ucapan Zaky tadi. Tapi lumayan lah situasinya jadi tidak setegang tadi. Alhamdulillah hujan mulai reda dan petir itu juga sudah tidak terdengar lagi.
"Tok-tok-tok, Assalamu'alikum ..........."
"EEH neng Tsuraya pulang. .........diantar siapa dik ? Uwak ?"
Tsuraya menjawab sambil menganggukan kepala. Syukurlah anak-anakku sudah berkumpul semua. Tinggal tunggu kabar dari suamiku.

Senin, 16 November 2009

Berangkat Sekolah

Pagi itu aku tidak bisa menemani anak-anakku ke sekolah. Aku hanya bisa terkapar di atas tempat tidur. Kelelahan aktifitas sepekan kemarin memaksa kelenjar getah beningku untuk membunyikan alarmnya lagi. Untunglah kali ini hanya perlu istirahat total saja, tidak sampai aku merasakan sakit yang berdenyut-denyut di leher sebelah kiriku.

Sarapan pagi pun terpaksa beli nasi uduk lagi, tak sempat aku memasak. Badan terasa lemas tak bertenaga. Aku harus banyak bersyukuur, dikaruniai anak-anak yang manis lagi penurut, tak banyak rewel. Mereka tahu kondisiku jika sudah begini.
Karena aku tak bisa menemani mereka sarapan akhirnya suamiku yang menggantikan posisiku, sebagai sutradara pada pagi hari. Mengarahkan sarapan, bekal untuk sekolah, memeriksa buku yang akan dibawa hari ini, dll.
Alhasil pagi itu sudah bisa terlewati dengan baik tanpa ada suara protes dari anak-anakku.

Malam harinya seperti biasa, aku dan suamiku mendiskusikan tentang semua kegiatan yang terjadi hari itu. Mulai cerita petir yang datang sore bersamaan dengan hujan, jalan macet, sampai suatu saat suamiku cerita begini," mi tahu nggak tadi anak-anak sekolah boncengan naik sepeda bertiga. "
"Naik sepeda siapa bi ?"
"Sepeda Azhari, bertiga, Azhari yang boncengin, Tsuraya di tengah Zaky paling belakang. Semua tas dipakai di punggung, kan penuh jadinya. Tas Azhari juga di punggung. terus abi bilang - mas tas kamu taruh didepan biar Tsuraya agak lega."
"Taruh didepan dada bi ?"
"Iya."
"Tapi aku susah naruhnya bi, kalau begini ."
"Kamu turun dulu mas."
Lalu turunlah Azhari dari sepeda dan tak lupa standar dipasang. Tapi baru saja sepeda dilepas dari tangan, teriakan ketakutan terdengar di mulut Tsuraya dan Zaky. Ternyataaaa sepeda itu jomplang ke kiri karena standar sepeda tersebut cuma standar samping yang kurang kokoh jika bebannya terlampau berat. Beruntung sepeda itu cepat di tangkap lagi oleh Azhari hingga adik-adiknya tidak jadi jatuh.
"Terus tahu nggak mi, sampai disekolah Tsuraya, ternyata masih sepi gurunya belum pada datang, pintunya masih dikunci."
" Bi, kalau berangkat bareng Azhari kan jam setengah tujuh dia berangkat. Ya belum ada orang kalau jam segitu."
"Iya terus Tsuraya pulang lagi diantar Azhari. Setelah itu Azhari berangkat lagi. Dan Zaky sudah sampai di sekolah."
"Ketika Tsuraya berangkat lagi bareng sama abi jam 8, pintu kelasnya sudah di tutup, terlambat jadinya kesekolah."
Kami pun tertawa membicarakan kejadian pagi itu.

Kamis, 05 November 2009

AKTIFITAS LAGI

Aktifitas lagi...... ini adalah kalimat yang terucap di hari pertama aku memulai aktifitasku di sekolahku tercinta. Setelah beristirahat 1 bulan lamanya. Diri ini terasa seperti manusia baru lagi. Lebih lega, lebih enteng, lebih plong dan tentunya lebih semangat lagi.

Sebulan dalam masa istirahat dari segala beban pikiran tenyata bisa menghilangkan sekian banyak beban yang tersandang selama ini. Benar kata ustad Rahmat Abdullah alm, "rutinitas itu bisa membunuh kreatifitas seseorang". Sehingga untuk menghindari kematian kreatifitas tersebut kita perlu refreshing. Sejenak melupakan beban pikiran rutin yang kita alami setiap hari.

Terimakasih yang pertama tentunya kepada Allah SWT, karena sebaik apapun skenario yang kita buat jika tidak atas ijin Allah pasti tidak akan terwujud. Selanjutnya terimakasih itu patut aku sampaikan kepada suamiku tersayang, karena dia begitu care, begitu sayang kepada keluarganya, sehingga justru ia yang menginginkan aku istirahat dulu dari kegiatan harianku supaya aku bisa pulih seperti sediakala. Dan juga anak-anakku yang mau melihat, belajar dan sabar selama masa-masa sulit tersebut.Banyak kontribusi yang mereka berikan terutama anakku Azhari sebagai anak tertua bisa memnbantu umi dan menjaga adik-adik. Kadang-kadang tugas umi untuk membuatkan hidangan harus engkau gantikan. Walaupun masih kelas 6 SD namun kemampuanmu bisa umi andalkan.Tak lupa pula terimakasih kepada institusi (banyak personal terkait)tempatku bernaung karena mau memahami dan memberi ijin atas permohonanku.

Sekiranya aku masih diberi umur panjang, sabar adalah kata kunci yang harus selalu aku pegang selain syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Sakit, senang, sedih, keluarga, anak, pekerjaan, lingkungan, teman yang baik, harta yang kita peroleh adalah nikmat Allah kepada kita sekaligus ujian.

Janji Allah " Allah tidak akan menguji hambanya, melebihi kekuatan hambanya." adalah benar. Manusia bila diberi ujian yang menyedihkan pasti akan merasa sebagai orang yang paling nelangsa di dunia. Namun menghadapi ujian yang berupa kesenangan mudah lupa. Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dalam menyelesaikan setiap persoalan.