Total Tayangan Halaman

Selasa, 06 Oktober 2009

OLEH-OLEH LEBARAN 1430 H

Lebaran selalu memberi makna dan kesan yang berarti di hati kita semua. Lebaran ternyata membawa berkah dan keuntungan bagi siapa saja, bukan hanya dirasakan oleh umat islam tapi bagi mereka yang beragama lainpun lebaran adalah moment yang sangat dinanti.

Pelajar, mahasiswa, pegawai dan karyawan bisa merasakan libur lebih panjang. Pedagang bisa menangguk keuntungan dari hasil dagangan mereka.Penyedia jasa angkutan, supir bus, supir taksi, supir angkot bisa mendapat income lebih, dari tarif biasanya. SPBU dijamin lancar pendapatannya, semua kendaraan pasti memerlukan BBM untuk menunjang kelancaran bersilaturahim.Pemulung juga bisa mengumpulkan koran dan bekas botol air mineral dari para jamaah sholat ied yang meninggalkan koran begitu saja, setelah bersholat iedul fitri. Tempat-tempat rekreasi penuh dipadati oleh pengunjung. Para artis pun tak kalah sibuk dengan menerima tawaran manggung di sana-sini.

Subhanallah,......... sampai para pengguna jalan lain pun mendapatkan berkah juga. Mereka bisa menikmati kelengangan jalan raya tanpa terganggu dengan kemacetan yang biasa mereka temui sehari-harinya.
Ada beberapa pengalaman menarik yang telah kualami selama lebaran ini.

*)BERLEBARAN DI PANTAI
Hari pertama lebaran aku habiskan untuk bersilaturahim dengan mertua, sanak saudara dan tetangga di Jakarta dan sekitarnya. Walaupun belum semuanya bisa dikunjungi.

TERORISKAH ENGKAU, NAK ?

Menjelang Ramadhan Indonesia dikagetkan dengan peristiwa bom bunuh diri di hotel Rich Carlton. Setiap hari media massa gencar memberitakan hal ini. Sampai-sampai sebagian masyarakat kita terbawa oleh opini yang mereka gulirkan setiap hari.

Walhasil ternyata hal ini berdampak juga bagi sebagian masyarakat yang tidak bersalah, tetapi mempunyai kemiripan ciri-ciri fisik seorang teroris versi polri dan media massa. Sepertinya dampak itu jauh panggang dari api untuk keuntungan positif, lebih banyak negatifnya. Seperti yang dialami oleh anak muridku .........anak murid TK !!!!

Seperti biasa menjelang Ramadhan, kita mengadakan berbagai kegiatan untuk menyambut sukacita atas datangnya bulan suci ini. Salah satu kegiatan itu adalah "Tebar Sticker" di beberapa instansi dan tempat keramaian lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah syiar/ dakwah Ramadhan kepada semua umat islam dan melatih anak untuk berani berkomunikasi dengan tampil di depan publik.

Hari itu acara di mulai sesuai rencana, dengan seremonial singkat untuk melepas keberangkatan mereka. Satu persatu kelas mulai berjalan menuju pos tujuan masing-masing. Dan Alhamdulillah kepulangan mereka pun sesuai jadwal.
Namun ada yang berbeda pada raut muka mereka termasuk ibu guru.
Ada apakah gerangan ..............?

Ternyata setelah semua datang dan beristirahat, barulah hal itu terjawab. Di saat sharing, para ibu guru tersebut menceritakan pengalaman mereka. Banyak pemberian sticker gratis tersebut yang di tolak oleh masyarakat. (Padahal pada pengalaman sebelumnya masyarakat antusias menerimanya.) Penolakan itu tidak hanya dilakukan oleh bapak-bapak, ....... bahkan ibu-ibu yang berjilbab pun menolak. Dan ini tidak hanya terjadi di satu orang di satu tempat ...........tetapi banyak orang di tempat yang berbeda pula.

"Assalamu'alaikum, Selamat berpuasa pak!". Tetapi tidak ada jawaban dan sambutan positif seperti yang diharapkan.
Melihat guratan sedih di muka anak-anak, akhirnya ibu guru berinisiatif untuk mencari tempat lain.
Di akhir acara sharing hal tersebut baru terjawab.
-Sambil menyodorkan sticker kepada seorang bapak di kantor pos, mereka mengucapkan salam, "Assalamu'alaikum pak,......... selamat berpuasa ."
Namun bapak itu hanya menatap kami tanpa bersuara.
"Assalamu'alaikum pak, ......... selamat berpuasa. ...........Assalamu'aikum pak, selamat berpuasa. ". Sampai 3x salam tersebut tidak ditanggapi.
" Pak! tolong diterima pemberian ini. Gratis kok pak, kami tidak memungut biaya. "
Suara ibu guru memecah kekakuan suasana tersebut. Tetap dengan ekspresi penuh selidik dan tak bersuara bapak tersebut menerima sticker dengan berat hati.
"Terimakasih pak. Kami dari TKIT IQRO' mengucapkan Selamat berpuasa."
Akhirnya bapak tersebut mulai menjawab dengan suara yang bisa kami dengar dengan jelas.
"Tapi iniiiii tidak ada bomnya kan .............????????????????????????"
"Tenang pak, ini aman tidak ada bomnya. Karena kami bukan teroris. Kami dari TKIT IQRO' !!!!"

Oalaaaaaaaaah ................ akhirnya, teka-teki tersebut terjawab sudah. Gara-gara berita bom yang lagi marak saat itu, anak kecil pun dikira teroris .........pembawa bom. Masya Allah.