Total Tayangan Halaman

Minggu, 05 Desember 2010

Tips Membedakan Madu Asli dan Campuran

Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan. Pada perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin produksi akan mencantumkan keterangan produknya sehingga dapat diketahui apakah itu madu asli atau sintetis. Madu sintetis yang beredar di antaranya adalah madu melon, labu semangka, dan kurma.
Sejak lama madu palsu telah banyak diproduksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah dikenali dengan analisis kimia. Kandungan HMF (5 hydroxyl-methyl furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gram, aktivitas enzim diastase minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,005-0,1.
Pengujian kadar keaslian madu memang tidak gampang, di samping biayanya juga mahal. Dibutuhkan alat-alat canggih untuk mendeteksi ada tidaknya campuran dengan gula lainnya di dalam madu. Sementara, khasiat madu yang sudah jelas manfaat bagi kesehatan, membuat para pedagang nakal melakukan campuran dengan gula tebu atau gula aren. Bagi orang kebanyakan, rasa manis yang dikeluarkan oleh madu asli dan campuran sulit dibedakan. Dengan melihat dan merasakannya, ahli madu akan dapat membedakan antara madu asli dan yang palsu. Salah satu pengujian yang paling praktis adalah dengan menggunakan pH meter. Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3 atau di atas 5, sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat dilakukan uji kandungan madu di laboratorium. Salah satu laboratorium tempat pengujian madu terdapat di Bogor.
Madu di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua, yaitu madu hasil lebah ternak dan madu hutan. Yang dimaksud madu ternak adalah madu tersebut diambil dari nektar bunga pohon-pohon tertentu seperti rambutan, kelengkeng, durian dan sebagainya. Ketika pohon-pohon tersebut sedang berbunga, maka digiringlah lebah-lebah yang sudah berada dalam kotak-kotak menuju perkebunan pohon tersebut. Ciri khas dari madu ternak adalah aroma madunya sesuai dengan nektar bunga dari pohon yang dihinggapi.
Sedangkan madu hutan, lebih variatif nektar bunganya karena dihisap dari berbagai pohon. Madu hutan ini dikenal lebih baik karena lebih banyak mengandung nutrisi yang terdiri dari mineral dan vitamin. Jenis tawon madu hutan pun lebih baik daripada tawon madu ternak. Madu terbaik jenis ini tidak akan beku walaupun diletakkan di freezer selama berbulan-bulan karena kadar airnya di bawah 20%.
Kendati demikian, baik madu hutan maupun madu ternak mempunyai kelemahan. Ketika dipanen pada musim hujan madu akan banyak mengandung air hujan, sedangkan sifat air hujan sendiri bersifat asam. Selain menyebabkan lebih cair, madu juga teroksidasi udara menjadi lebih asam dan akan terfermentasi. Akibatnya, timbul gas yang bisa menjebol tutup botolnya. Semut pun tidak mau menghampiri karena rasanya yang masam-masam manis. Bila madu jenis ini dimasukkan ke dalam freezer akan mudah beku, meski termasuk asli.
Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengetahui keaslian madu secara ilmiah. Misalnya dengan analisis karbon, analisis mikroskopis, analysis hydroxymethylfurfural, analisis polaritas cahaya dan terakhir tes keasaman. Dari lima cara tersebut, empat yang pertama harus menggunakan alat bantu yang cukup mahal harganya dan keahlian tertentu. Jadi, tidak semua orang bisa melakukannya. Sedangkan tes keasaman, merupakan tes yang terbilang relatif mudah dan tidak mahal. Tapi, masih tetap memerlukan pengetahuan tentang madu yang mendalam. Jika tidak, tetap akan sulit membedakan mana madu asli, madu campuran, dan madu buatan (artificial honey).
Di masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.
Sebenarnya masih ada cara lain yang bisa menjadi tolok ukur dan dilakukan oleh semua orang, yakni dengan meneteskan madu di air di atas piring beling putih. Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat bentuk segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang.
Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti di atas, namun piringnya tidak digoyang-goyang. Cukup didiamkan saja. Madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air di piring menjadi keruh. Sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan-lahan akan membuat air menjadi keruh. Apakah semut bisa menjadi patokan untuk menentukan madu itu asli atau tidak? Pada dasarnya, sifat semut suka pada yang manis-manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Namun, semakin kental madunya (kadar airnya sedikit) semakin sulit bagi semut untuk mendeteksi lokasi rasa manis madu tersebut karena molekul yang ada di dalam madu tetap utuh, tidak pecah. Sebaliknya, bila kadar airnya tinggi (di atas 20%), maka semut mudah menghampiri.
Sumber: Fatawa Vol.III/No.01 | Desember 2006 / Dzulqa’dah 1427

http://dwiheriyanto.wordpress.com/

Apakah Karakter Sesorang Bisa Dibaca dari Golongan Darahnya?

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul ‘Membaca Karakter Melalui Golongan Darah’ yang dikarang oleh orang Jepang bernama Toshitaka Nomi. Buku tersebut memaparkan hasil riset penulis yang meneruskan riset ayahnya tentang hubungan antara karakter manusia dengan golongan darahnya. Di negaranya sendiri telah dilakukan riset besar-besaran yang konon melibatkan tidak kurang dari dari 10.000 responden. Jumlah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa penelitian ini benar-benar dapat dipercaya. Tidak heran kemudian banyak perusahaan Jepang memakai hasil penelitian tersebut untuk seleksi masuk ke perusahaannya.
Lalu maksud karakter itu sendiri apa? Apakah sama dengan sifat atau bagaimana? Dalam bukunya, Toshitaka Nomi mendefinisikan karakter sebagai berikut: Karakter adalah sesuatu yang biasanya tampak di luar sadar, dapat juga dikatakan karakteristik yang membedakan kecenderungan tindakan dan juga ekspresi yang keluar secara mudahnya. Dia menyimpulkan bahwa karakter yang dimiliki manusia itu dapat berubah, tentunya dengan usaha dan membiasakannya. Berikut pembagian karakter-karakter manusia menurut golongan darahnya.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah O:
1. Dengan kepribadiannya, dia memiliki ekspresi diri yang berlebihan.
2. Kalau dia sudah menentukan sebuah sasaran, dia akan bergerak maju ke arahnya.
3. Orientasi yang kuat terhadap otoritas.
4. Orangnya terbuka dan ceria, memiliki cara berfikir logis yang sangat jelas, sedikit straight to the point.
5. Memiliki dua sisi, yaitu berpikir berdasarkan relita dan romantis.
6. Keinginan yang kuat untuk bebas, sangat bersemangat dalam kehidupan.
7. Emosinya bersifat stabil, sederhana sehingga apa yang telah terjadi tidak pernah meninggalkan efek yang lama.
8. Menjunjung tinggi norma-norma kehidupan.
9. Mengharapkan untuk dapat memiliki hubungan berdasarkan kepercayaan yang kuat.
10. Terhadap teman-teman yang baru, mereka biasanya sangat peduli/perhatian, benar-benar baik hati.
11. Terhadap orang yang tidak dikenal maupun orang-orang selain teman-temannya, mereka sangat berhati-hati.
12. Sangat suka mengajar/memberitahu orang lain, tapi apabila mereka yang diberi tahu/diajar, mereka tidak suka.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah A:
1. Luar dan dalam, dua buah sifat karakter yang saling bertolak belakang dimiliki orang yang bergolongan darah A.
2. Mengharapkan perubahan dari keadaan yang sekarang. Menginginkan kehidupan yang stabil dan damai.
3. Benar-benar perhatian terhadap sekitar dan hal-hal yang kecil sekalipun.
4. Punya tingkat kerja sama yang tinggi, tidak akan mengganggu kenyamanan kelompok.
5. Menghargai metode maupun hal-hal yang bersifat ritual, menganggap penting prinsip, dan senantiasa ingin berjalan sesuai denganjalan/plot yang sudah umum.
6. Senantiasa berasosiasi dengan sikap konvensional, namun tidak mudah membuka hati.
7. Upaya yang berkesinambungan, dapat bertahan terhadap rasa sakit secara
jasmaniah.
8. Selalu melakukan segala sesuatu dengan sangat teliti, sangat berhati-hati, perfeksionis.
9. Mengontrol ekspresi dirinya, namun di dalamnya ada suatu keinginan membara.
10. Akan memberikan yang terbaik dan juga mendedikasikan dirinya pada orang-orang yang bisa mengerti, dan juga menganggap penting akan dirinya.
11. Pesimis terhadap masa depan.
** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah B:
1. Tidak peduli dengan keadaan sekitar, bersikap my pace (maunya sendiri).
2. Mengharapkan banyak kebebasan.
3. Benar-benar tidak menyukai regulasi maupun ikatan.
4. Tidak terlalu menganggap peraturan dan metode/urutan, tidak terlalu melekat kepada bentuk-bentuk adat sehingga ada kecenderungan mereka terlihat seperti orang-orang yang tidak konvensional.
5. Tidak menyukai bentuk salam yang cuma basa-basi, kadang terlihat kurang ramah, kadang benar-benar ramah.
6. Cepat dalam mengambil keputusan, memiliki pemikiran yang fleksibel.
7. Punya banyak sekali ide, sangat tertarik pada sesuatu.
8. Hanya bergerak pada apa yang menjadi minatnya sehingga mereka memiliki kemampuan bertindak.
9. Dalam segala hal kurang memberikan perbedaan.
10. Memiliki sifat kemanusiaan yang melimpah, sangat ceria dan bersahabat, mudah untuk bisa menjadi teman dekat.
11. Memiliki gejolak emosi yang besar, temperamental.
12. Bersikap optimis terhadap masa depan, senantiasa melihat kearah depan.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah AB:
1. Sangat irasional, mendambakan kehidupan di mana dia bisa berguna bagi masyarakat.
2. Cara melihat sesuatu sangat objektif, bersikap kritis, unggul dalam hal analisis, cocok sebagai komentator.
3. Tidak terlalu ‘ngoyo’ dalam hidup, bersikap biasa saja terhadap keinginannya.
4. Pecinta kedamaian, paling tidak suka terlibat pertikaian individual.
5. Kelompok orang bijak yang membenci orang munafik dan juga orang bermuka dua.
6. Karena memiliki keinginan kuat untuk berpartisipasi terhadap masyarakat sosial, dan juga memiliki jiwa melayani, mereka mengharapkan untuk bisa memiliki peran serta di masyarakat.
7. Hidup rukun dengan sekitar, bisa bersosialisasi dengan baik.
8. Bersikap adil dengan pasangan, memperlakukan dengan lembut,senantiasa memberikan sedikit jarak.
9. Tidak bisa berkata tidak pada saat diminta tolong sesuatu olehorang lain.
10. Ada kebiasaan berimajinasi, memiliki hobi yang bersifat fantasi (seperti negeri dongeng

http://dwiheriyanto.wordpress.com