Total Tayangan Halaman

Minggu, 05 Desember 2010

Tips Membedakan Madu Asli dan Campuran

Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan. Pada perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin produksi akan mencantumkan keterangan produknya sehingga dapat diketahui apakah itu madu asli atau sintetis. Madu sintetis yang beredar di antaranya adalah madu melon, labu semangka, dan kurma.
Sejak lama madu palsu telah banyak diproduksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah dikenali dengan analisis kimia. Kandungan HMF (5 hydroxyl-methyl furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gram, aktivitas enzim diastase minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,005-0,1.
Pengujian kadar keaslian madu memang tidak gampang, di samping biayanya juga mahal. Dibutuhkan alat-alat canggih untuk mendeteksi ada tidaknya campuran dengan gula lainnya di dalam madu. Sementara, khasiat madu yang sudah jelas manfaat bagi kesehatan, membuat para pedagang nakal melakukan campuran dengan gula tebu atau gula aren. Bagi orang kebanyakan, rasa manis yang dikeluarkan oleh madu asli dan campuran sulit dibedakan. Dengan melihat dan merasakannya, ahli madu akan dapat membedakan antara madu asli dan yang palsu. Salah satu pengujian yang paling praktis adalah dengan menggunakan pH meter. Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3 atau di atas 5, sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat dilakukan uji kandungan madu di laboratorium. Salah satu laboratorium tempat pengujian madu terdapat di Bogor.
Madu di Indonesia sendiri terbagi menjadi dua, yaitu madu hasil lebah ternak dan madu hutan. Yang dimaksud madu ternak adalah madu tersebut diambil dari nektar bunga pohon-pohon tertentu seperti rambutan, kelengkeng, durian dan sebagainya. Ketika pohon-pohon tersebut sedang berbunga, maka digiringlah lebah-lebah yang sudah berada dalam kotak-kotak menuju perkebunan pohon tersebut. Ciri khas dari madu ternak adalah aroma madunya sesuai dengan nektar bunga dari pohon yang dihinggapi.
Sedangkan madu hutan, lebih variatif nektar bunganya karena dihisap dari berbagai pohon. Madu hutan ini dikenal lebih baik karena lebih banyak mengandung nutrisi yang terdiri dari mineral dan vitamin. Jenis tawon madu hutan pun lebih baik daripada tawon madu ternak. Madu terbaik jenis ini tidak akan beku walaupun diletakkan di freezer selama berbulan-bulan karena kadar airnya di bawah 20%.
Kendati demikian, baik madu hutan maupun madu ternak mempunyai kelemahan. Ketika dipanen pada musim hujan madu akan banyak mengandung air hujan, sedangkan sifat air hujan sendiri bersifat asam. Selain menyebabkan lebih cair, madu juga teroksidasi udara menjadi lebih asam dan akan terfermentasi. Akibatnya, timbul gas yang bisa menjebol tutup botolnya. Semut pun tidak mau menghampiri karena rasanya yang masam-masam manis. Bila madu jenis ini dimasukkan ke dalam freezer akan mudah beku, meski termasuk asli.
Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengetahui keaslian madu secara ilmiah. Misalnya dengan analisis karbon, analisis mikroskopis, analysis hydroxymethylfurfural, analisis polaritas cahaya dan terakhir tes keasaman. Dari lima cara tersebut, empat yang pertama harus menggunakan alat bantu yang cukup mahal harganya dan keahlian tertentu. Jadi, tidak semua orang bisa melakukannya. Sedangkan tes keasaman, merupakan tes yang terbilang relatif mudah dan tidak mahal. Tapi, masih tetap memerlukan pengetahuan tentang madu yang mendalam. Jika tidak, tetap akan sulit membedakan mana madu asli, madu campuran, dan madu buatan (artificial honey).
Di masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.
Sebenarnya masih ada cara lain yang bisa menjadi tolok ukur dan dilakukan oleh semua orang, yakni dengan meneteskan madu di air di atas piring beling putih. Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat bentuk segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang.
Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti di atas, namun piringnya tidak digoyang-goyang. Cukup didiamkan saja. Madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air di piring menjadi keruh. Sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan-lahan akan membuat air menjadi keruh. Apakah semut bisa menjadi patokan untuk menentukan madu itu asli atau tidak? Pada dasarnya, sifat semut suka pada yang manis-manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Namun, semakin kental madunya (kadar airnya sedikit) semakin sulit bagi semut untuk mendeteksi lokasi rasa manis madu tersebut karena molekul yang ada di dalam madu tetap utuh, tidak pecah. Sebaliknya, bila kadar airnya tinggi (di atas 20%), maka semut mudah menghampiri.
Sumber: Fatawa Vol.III/No.01 | Desember 2006 / Dzulqa’dah 1427

http://dwiheriyanto.wordpress.com/

Apakah Karakter Sesorang Bisa Dibaca dari Golongan Darahnya?

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul ‘Membaca Karakter Melalui Golongan Darah’ yang dikarang oleh orang Jepang bernama Toshitaka Nomi. Buku tersebut memaparkan hasil riset penulis yang meneruskan riset ayahnya tentang hubungan antara karakter manusia dengan golongan darahnya. Di negaranya sendiri telah dilakukan riset besar-besaran yang konon melibatkan tidak kurang dari dari 10.000 responden. Jumlah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa penelitian ini benar-benar dapat dipercaya. Tidak heran kemudian banyak perusahaan Jepang memakai hasil penelitian tersebut untuk seleksi masuk ke perusahaannya.
Lalu maksud karakter itu sendiri apa? Apakah sama dengan sifat atau bagaimana? Dalam bukunya, Toshitaka Nomi mendefinisikan karakter sebagai berikut: Karakter adalah sesuatu yang biasanya tampak di luar sadar, dapat juga dikatakan karakteristik yang membedakan kecenderungan tindakan dan juga ekspresi yang keluar secara mudahnya. Dia menyimpulkan bahwa karakter yang dimiliki manusia itu dapat berubah, tentunya dengan usaha dan membiasakannya. Berikut pembagian karakter-karakter manusia menurut golongan darahnya.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah O:
1. Dengan kepribadiannya, dia memiliki ekspresi diri yang berlebihan.
2. Kalau dia sudah menentukan sebuah sasaran, dia akan bergerak maju ke arahnya.
3. Orientasi yang kuat terhadap otoritas.
4. Orangnya terbuka dan ceria, memiliki cara berfikir logis yang sangat jelas, sedikit straight to the point.
5. Memiliki dua sisi, yaitu berpikir berdasarkan relita dan romantis.
6. Keinginan yang kuat untuk bebas, sangat bersemangat dalam kehidupan.
7. Emosinya bersifat stabil, sederhana sehingga apa yang telah terjadi tidak pernah meninggalkan efek yang lama.
8. Menjunjung tinggi norma-norma kehidupan.
9. Mengharapkan untuk dapat memiliki hubungan berdasarkan kepercayaan yang kuat.
10. Terhadap teman-teman yang baru, mereka biasanya sangat peduli/perhatian, benar-benar baik hati.
11. Terhadap orang yang tidak dikenal maupun orang-orang selain teman-temannya, mereka sangat berhati-hati.
12. Sangat suka mengajar/memberitahu orang lain, tapi apabila mereka yang diberi tahu/diajar, mereka tidak suka.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah A:
1. Luar dan dalam, dua buah sifat karakter yang saling bertolak belakang dimiliki orang yang bergolongan darah A.
2. Mengharapkan perubahan dari keadaan yang sekarang. Menginginkan kehidupan yang stabil dan damai.
3. Benar-benar perhatian terhadap sekitar dan hal-hal yang kecil sekalipun.
4. Punya tingkat kerja sama yang tinggi, tidak akan mengganggu kenyamanan kelompok.
5. Menghargai metode maupun hal-hal yang bersifat ritual, menganggap penting prinsip, dan senantiasa ingin berjalan sesuai denganjalan/plot yang sudah umum.
6. Senantiasa berasosiasi dengan sikap konvensional, namun tidak mudah membuka hati.
7. Upaya yang berkesinambungan, dapat bertahan terhadap rasa sakit secara
jasmaniah.
8. Selalu melakukan segala sesuatu dengan sangat teliti, sangat berhati-hati, perfeksionis.
9. Mengontrol ekspresi dirinya, namun di dalamnya ada suatu keinginan membara.
10. Akan memberikan yang terbaik dan juga mendedikasikan dirinya pada orang-orang yang bisa mengerti, dan juga menganggap penting akan dirinya.
11. Pesimis terhadap masa depan.
** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah B:
1. Tidak peduli dengan keadaan sekitar, bersikap my pace (maunya sendiri).
2. Mengharapkan banyak kebebasan.
3. Benar-benar tidak menyukai regulasi maupun ikatan.
4. Tidak terlalu menganggap peraturan dan metode/urutan, tidak terlalu melekat kepada bentuk-bentuk adat sehingga ada kecenderungan mereka terlihat seperti orang-orang yang tidak konvensional.
5. Tidak menyukai bentuk salam yang cuma basa-basi, kadang terlihat kurang ramah, kadang benar-benar ramah.
6. Cepat dalam mengambil keputusan, memiliki pemikiran yang fleksibel.
7. Punya banyak sekali ide, sangat tertarik pada sesuatu.
8. Hanya bergerak pada apa yang menjadi minatnya sehingga mereka memiliki kemampuan bertindak.
9. Dalam segala hal kurang memberikan perbedaan.
10. Memiliki sifat kemanusiaan yang melimpah, sangat ceria dan bersahabat, mudah untuk bisa menjadi teman dekat.
11. Memiliki gejolak emosi yang besar, temperamental.
12. Bersikap optimis terhadap masa depan, senantiasa melihat kearah depan.

** Karakter yang dimiliki orang bergolongan darah AB:
1. Sangat irasional, mendambakan kehidupan di mana dia bisa berguna bagi masyarakat.
2. Cara melihat sesuatu sangat objektif, bersikap kritis, unggul dalam hal analisis, cocok sebagai komentator.
3. Tidak terlalu ‘ngoyo’ dalam hidup, bersikap biasa saja terhadap keinginannya.
4. Pecinta kedamaian, paling tidak suka terlibat pertikaian individual.
5. Kelompok orang bijak yang membenci orang munafik dan juga orang bermuka dua.
6. Karena memiliki keinginan kuat untuk berpartisipasi terhadap masyarakat sosial, dan juga memiliki jiwa melayani, mereka mengharapkan untuk bisa memiliki peran serta di masyarakat.
7. Hidup rukun dengan sekitar, bisa bersosialisasi dengan baik.
8. Bersikap adil dengan pasangan, memperlakukan dengan lembut,senantiasa memberikan sedikit jarak.
9. Tidak bisa berkata tidak pada saat diminta tolong sesuatu olehorang lain.
10. Ada kebiasaan berimajinasi, memiliki hobi yang bersifat fantasi (seperti negeri dongeng

http://dwiheriyanto.wordpress.com

Selasa, 23 November 2010

Observasi Guru

Menambah ilmu adalahsuatu hal yang wajib bagi kita para guru. Walaupun sudah menjadi guru bukan berarti menjadi seorang yang paling tahu. Update ilmu harus selalu dilakukan.
Kemajuan ilmu selalu berkembang. Ilmu hari ini bisa kalah up to date bila dipakai untuk lusa. Bisa jadi kita lebih dulu mengenal suatu ilmu tertentu, tapi kalau kita tidak waspada, terlena dengan keilmuan kita maka bisa jalan di tempat saja.
Menghindari hal tersebut, kita tetap mencoba untuk meng-update diri. Kali ini kami coba menimba ilmu ke TK AS SA'ADAH di Kalisari. Dan tidak sia-sia observasi yang kami lakukan, banyak hal baru, ilmu baru dan info baru yang bisa didapat.

Minggu, 21 November 2010

UTS

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Perkembangan Anak 1
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Ahad, 14 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Ade Suhairi Budiman, M.Ed


PERTANYAAN

1. Kualitas janin dalam kandungan sangat bergantung kepada kondisi usia, emosi, dan nutrisi ibu ketika mengandung. Jelaskan maksudnya!
2. 50% aktifitas bayi dihabiskan untuk tidur. Apa yang menyebabkan perilaku bayi seperti itu? Jelaskan!
3. Gerakan-gerakan motorik bayi didasarkan oleh kemampuan reflex saja, seperti reflex bertahan hidup (survival reflexes) dan reflex primitive. Jelaskan maksud kedua reflex tersebut!
4. Anak usia 2 – 6 tahun memiliki tingkat egosentrisme yang tinggi. Jelaskan apa yang dimaksud egosentrisme tersebut! Apa yang harus sekolah ajarkan untuk mengurangi sifat egosentrisme pada anak-anak?
5. Mikro system
Meso system
Exo system
Makro system
Jelaskan maksud gambar dari teori Urie Bronfenbrenner di atas!











SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Perkembangan Anak 2
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Ahad, 7 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Ade Suhairi Budiman, M.Ed


PERTANYAAN

1. Kapan waktu yang pantas menurut anda untuk memberikan pendidikan moral kepada anak? Mengapa waktu itu yang Anda pilih? Jelaskan!
2. Aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif adalah tiga komponen untuk mengukur moralitas seorang anak. Jelaskan maksud ketiga komponen tersebut!
3. Menurut Lawrence Kohlberg pemberian reward dan punishment menjadi hal penting dalam pendidikan moral kepada anak.
a. Apa yang dimaksud dengan reward dan punishment?
b. Reward dan punishment seperti apa yang boleh dilakukan?
c. Apa implikasi pemberian reward dan punishment bagi anak? jelaskan!
4. Kepercayaan diri menjadi aspek penting bagi anak-anak ketika mereka mencoba belajar berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Jelaskan bagaimana membangun kepercayaan diri untuk anak?


















SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
BANI SALEH
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN 2010/2011

Mata Kuliah : Pofesi Kependidikan
Jurusan : PAUD
Semester : I (Satu)
Hari/Tanggal : Sabtu, 6 November 2010
Sifat Ujian : Open Book
Dosen : Budi Santoso, SS


PERTANYAAN

1. Apakah definisi ‘guru’ menurut pandangan anda ?
2. Dalam Permendiknas No. 58 tahun 2009, dinyatakan bahwa seorang guru PAUD harus 4 kompetensi, yaitu kepibadian, pedagogis, professional, dan sosial. Berikan pandangan anda : jika diurutkan, mana yang menjadi prioritas dari keempat kompetensi itu ? Jelaskan alasannya!
3. Apakah makna Guru Profesional berdasarkan pengalaman anda selama ini ?
4. Guru yang terbaik adalah yang dapat menjadi inspirasi bagi murid-muridnya. Apakah maksud dari pernyataan ini!

Tugas Bu Marti

MODUL UNTUK SENTRA PERSIAPAN

Permainan 1
Judul : COCOKKAN TUTUPNYA
Bahan-bahan permainan :
1. Gelas plastic yang memiliki tutup sebanyak 3 warna yang berbeda.
2. Cangkir bersih dari plastic yang berbeda ukuran berikut tutupnya.
Petunjuk permainan :
1. Tempatkan beberapa jenis gelas berikut tutupnya yang disimpan terpisah di depan anak . Ambillah semua tutup gelas dan campurkan dalam satu kelompok.
2. Kemudian berilah anak tantangan untuk menemukan tutup yang cocok untuk masing-masing gelas.
3. Bagi anak yang lebih kecil, anda dapat memulainya hanya dengan satu atau dua gelas dan tutupnya.

Variasi permainan :
1. Kita bisa perintahkan kepada anak untuk menyebut warna dari gelas-gelas tersebut.
2. Apabila sudah mengenal warna, pindahkan tutup gelas tersebut dengan gelas yang berbeda warnanya.
3. Kemudian suruh anak untuk mengoreksi pasangan warna yang sesuai antara gelas dan tutupnya.
4. Pindahkan posisi gelasnya, sehingga si anak akan menerima tantangan untuk member pasangan tutup gelasnya ke warna yang tepat.

Permainan 2
Judul : MENEBAK ISI GELAS
Bahan –bahan permaianan :
1. Gelas tiga warna atau wadah beda ukuran.
2. Kacang kulit atau bisa diganti benda lain.

Petunjuk permainan :
1. Tempatkan ketiga gelas secara terbalik dan acak di atas meja.
2. Kemudian, letakkan benda kecil di bawah salah satu gelas, atau anda juga bisa memanfaatkan buah-buahan atau cemilan ringan, agar bisa dimakan oleh anak jika ia bisa menebak.
3. Namun, apabilaanak sering meletakkan sesuatu didalam mulutnya, anda bisa menggunakan benda seperti karet yang cukup besar sehingga tidak bisa ditelan dan anak juga bisa menyimpannya setiap menebak dengan benar.
4. Selanjutnya katakana pada anak bahwa hadiah diletakkan di bawah gelas yang besar atau yang kecil. Kemudian acak posisi gelas-gelas tersebut dan lihat bagaimana dia dapat memperhatikannya (misalnya) gelas yang besar dan menunjuk. Apakah dia bisa menebak dengan benar? Apabila berhasil, beri pujian atau beri kesempatan mencoba lagi bila gagal.
5. Bagaimana bila salah menebak ? lihat di bawah gelas bersama-sama, “Nggak, bukan di dalam gelas ukuran sedang.” Kemudian lihat bersama di gelas yang kecil. “Nggak, bukan di bawah gelas yang kecil.” Sekarang lihat yang yang gelas yang besar, “Yaah, di sana ! itu di bawah gelas yang besar !”
Variasi permainan :
cob sembunyikan objek di bawah gelas dengan bentuk atau warna yang berbeda. Sebagai pilihan, anda juga bisa membungkus gelas ukuran yang sama dengan kertas ukuran berbeda.

Permainan 3
Judul : BAK PENUH BIJI
Bahan-bahan permainan :
1. Bak plastic yang cukup besar dan bersih.
2. 5 kantong kacang kering.
3. Mangkuk anti pecah brbagai ukuran.
4. Pilihan : botol air plastic atau wadah dari plastic.
Petunjuk permainan :
1. Ambil bak plastic, isi ½ nya dengan kacang. Apabila anda menggunakan variasi kacang, anak akan mendapatkan campuran kacang yang berwarna-warni. Namun anak boleh jadi tergoda untuk meletakkan kacang di dalam telinga atau hidungnya. Jadi sebaiknya , anda dapat menggunakan kacang yang lebih besar, atau duduk dengannya ketika sedang bermain. Ingatkanlah setiap kali dia berusaha meletakkan kacang di dalam mulut, hidung atau telinganya. Berilah pengertian, misalnya, “Kacang ini untuk bermain, kita tidak akan meletakkan kacang ini di dalam hidung. Itu dapat menyakiti kita.” (Anak-anak tidak akan menjadi “nakal” ketika mereka menyelipkan kacang ke dalam hidungnya, mereka adalah ilmuwan kecil yang menyelidiki berbagai kemungkinan. Tugas kitalah untuk menjelaskan bahaya dari percobaan mereka. Bukan sekedar melarang disertai cercaan atau hukuman.).
2. Sediakan berbagai mangkuk anti pecah dalam ukuran yang berbeda. Pegang mangkuk di atas bak plastic, mulailah bermain dengan menunjukkan bagaimana cara menuangkan kacang dari mangkuk kecil ke dalam mangkuk yang lebih besar dan tekankan pada anak, berapa kali mangkuk yang kecil diisi dan dikosongkan untuk mengisi mangkuk yang besar, hingga mangkuk besar penuh.
3. Selanjutnya tunjukkan kepada anak ketika mereka menuangkan kacang dari mangkuk yang besar kedalam mangkuk yang kecil, kacang-kacang itu akan luber dan berjatuhan karena terlalu penuh. Agar menarik, mainkan tebak-tebakkan : “Mangkuk mana yang berisi lebih banyak kacang, mangkuk yang besar atau yang kecil ?”.
4. Anda apat menyediakan corong besar untuk menambah keasyikan permainan ini. Atau potong botol air mineral plastic menjadi 2 bagian. Bagian bawah ibaratkan mangkuk dan bagian aas ibaratkan corongnya.
5. Biarkan anak-anak melakukan percobaan sendiri.
Variasi permainan :
Agar lebih atraktif, anda bisa juga menyembunyikan “harta benda” kecil, sperti snack/ kue, di antara tumpukan kacang. Perintahkan anak untuk menemukannya.

Permainan 4
Judul : PUZZLE TANGKAI ES KRIM
Bahan-bahan permainan :
1. Tangkai es krim tongkat.
2. Sellotip.
3. Krayon, pensil waarna atau spidol.
Petunjuk permainan :
1. Letakkan 4 atau 5 tangkai stik es krim berhimpitan satu sama lain seolah-olah membuat rakit. Kemudian rekatkan menggunakan selotip agar tidak mudah terlepas. Buatlah gambar menggunakan pensil warna atau spidol, atau gambar sederhana yang meliputi semua tangkai-tangkai tersebut.
2. Berikutnya, lepaskan selotip pada bagian belakang tangkai yang direkat. Lalu berikan kepada. Jelaskan bahwa ia perlu menyusun kembali tangkai itu bersama-sama untuk menyusun ulang gambarnya.
3. Letakkan dan susun tangkai es krim lain yang masih kosong, dan biarkan anak untuk menggambar puzzlenya sendiri, dan giliran anda untuk menyusun ulang.
4. Apabila ada banyak anak yang membuat puzzle, edarkan setiap puzzle kepada semuanya agar masing-masing memiliki kesempatan mencoba.
Variasi permainan :
Sebagai alternative, anda bisa menempelkan gambar-gambar dari majalah pada tangkai tersebut. Kemudian pisahkan tangkai-tangkai yang sudah ditempeli gambar majalah dengan gunting atau pisau.
Gunakan lebih banyak lagi tangkai untuk membuat puzzle yang lebih besar. Gambar dapat dipertahankan sederhana atau diperumit, tergantung keinginan kita.
Permainan 5
Judul : HURUF PASIR
Bahan-bahan permainan :
1. Lem
2. Kertas Krayon
3. Pilihan : kuas.
4. Pasir, garam atau nasi.
5. Pilihan : tinta
Petunjuk permainan :
1. Gunakan botol lem untuk membentuk huruf di atas karton dengan cara menekannya. Atau celupkan kuas ke dalam lem dan tulis beberapa huruf pada kertas. Satu huruf per lembar. Taburi bagian lem yang basah dengan pasir, garam atau beras.biarkan lem mongering, lalu goyang-goyang perlahan untuk melepaskan kelebihan pasir yang tidak menempel pada bagian yang dilumuri lem.
2. Jika ingin lebih menarik, pasir dapat dicampur dengan cat/ tinta untuk membuat hruf warna-warni.
3. Gunakan huruf-huruf tersebut utuk membantu anak belajar menenal abjad dengan meraba-rabanya dan menelusuri bentuknya. Sebelumnya, jangan lupa untuk menutup mata mereka dengan kain.
Variasi permainan :
1. Mintalah anak untuk melipat tangannya ke belakang punggung. Kemudian gesekkan salah satu huruf pasir tersebut ke tangannya. Bisakah dia menebak huruf dengan cara ini ?
2. Simpan beberapa huruf di atas meja. Tutp mata anak-anak dan mintalah ia menemukan huruf yang anda sebut dengan meraba dan merasakan bentuk huruf.
3. Minta anak yang lebih tua menyebutkan sebuah kata, sementara pemain yang ditutup

Selasa, 16 November 2010

Apakah Anda Update Status Karena Butuh Perhatian?

KOMPAS.com - Di era new wave seperti saat ini, berbagai platfom baru untuk berkomunitas, sebut saja seperti milis, forum, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi, terus berkembang. Anak muda tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan perhatian, dan perhatian yang didapat bisa dari mana saja, bahkan dari belahan dunia yang berbeda.

Dari hasil riset yang kami lakukan, aktifitas tersering yang dilakukan anak muda di sosial media on-line adalah update status, diikuti oleh aktifitas lainnya seperti memberikan komentar buat status orang lain, kemudian chatting dan up-load foto. Ketika ditelusuri lebih dalam lagi, dibandingkan dengan anak muda di kota lain, anak-anak di Bandung yang paling sering melakukan aktifitas tersebut di dunia online. Semua aktifitas tersebut, ketika kami gali lebih dalam, esensinya adalah agar ”ingin diperhatikan”.

Tentu sering kali kita melihat status teman-teman atau adik-adik kita yang masih muda berganti terus. Hingga kita sering juga tergelitik, dan berpikir ”kok hal sepele seperti itu dimasukin Facebook ya?” Ada yang hanya bilang, ”aduh temen gua nyebelin banget sih” atau sekedar pamer ”enaknya buka puasa sambil makan donut” bahkan ada yang lebih parah, hanya curhat sambil bilang ”aduh mules banget nih.”

Update status yang kelihatannya sepele itu, sebenarnya adalah bentuk teriakan anak muda, untuk segera diperhatikan. Maka tidak heran, status yang dipasang sengaja dibuat sedemikian rupa supaya orang lain penasaran dan memberikan respon. Dan respon adalah hal yang yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh anak muda ketika mengupdate status mereka di on-line social media.

Bagi anak muda, social media seperti Facebook dan Twitter tidak beda dengan buku harian tempat curhat, tapi ini asyik. Karena versinya digital, tinggal ketik aja di HP dan beres.

Pertanyaannya ”Kenapa harus di jaringan global yang bisa dibaca semua orang? Jawaban spontan yang keluar dari teman-teman hampir sama intinya, ”loh kalau nulis di note atau MS Word, siapa yang bakal baca, terus siapa yang bales?

Dari jawaban ini, sudah jelas bahwa anak muda ingin orang lain tahu keadaan dan perasaan mereka saat itu, dan yang paling ditunggu adalah responnya. Bahkan akan menjadi sebuah kegelisahan yang mengobar ketika apa yang ia tampilkan di sosial media tidak direspon oleh temannya.

Esensinya adalah anak muda butuh sekali perhatian. Untuk mendapatkan itu, mereka bahkan menghabiskan banyak sekali waktunya dalam satu hari di jejaring sosial. Kebutuhan ini, segera diresponi oleh para produsen handphone seperti Nokia, Blackberry, Samsung, dan LG. Mereka melengkapi fitur-fitur produknya, yang semakin hari semakin memudahkan anak muda untuk cari perhatian lewat internet, melalui HP. Para operator selular juga tidak mau kalah dengan berlomba-lomba mengeluarkan berbagai program yang ditujukan buat anak muda, sehingga membuat biaya curhat mereka semakin hari semakin murah saja.

-----
Artikel ini ditulis berdasarkan analisa hasil riset sindikasi terhadap hampir 800 responden anak muda di 6 kota besar di Indonesia, SES A-B, Umur 16-35, yang dilakukan bulan Februari-Maret 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers.

Tulisan 18 dari 100 dalam rangka MarkPlus Conference 2011 “Grow With the Next Marketing” Jakarta, 16 Desember 2010, yang juga didukung oleh Kompas.com dan www.the-marketeers.com

KAYA SUSU BABI

Selasa, 16 juli 2010. Alhamdulillah anak-anak lagi rukun, suasana tenang, tentram. Seakan tidak ada bekas pertengkaran mulut.
Siang itu sehabis dzuhur, semua sudah ada di dalam rumah nonton acara televis si Bolang. Lalu Zaky bilang ke aku :
“Umi aku minum susu lagi ya. Tadi kan aku sudah makan nasi !”
“Aku juga ya mi.”, kata Tsurayya.
“Ya boleh. Satu-satu ya.”
Akhirnya mereka ambil satu-satu sesuai selera mereka. Tetapi ternyata mereka sudah punya cara baru untuk menikmati susu itu. Ide awalnya dari Zaky. Kemasan kotaknya mereka sobek menjadi susu bantal. Lalu Zaky meneruskan lagi dengan menguliti kertas pembungkus susu itu, sehingga hilang semua merk yang menempel. Sampai terlihat aluminium foilnya. Akhirnya adiknya tertarik dan mengikuti. Asyik sekali mereka dengan penemuan barunya. Sampai akhirnya muncul muncul komentar dari Tsurayya.
“Iiih kalau dibuka begini jadi…. Kayak susu babi !”
“Umiiii .. Ayya ngomong babi mi !”, kata Zaky.
“Iyaa ……….. maksud akuu.....kalau susunya disobek begini jadinya kayak susu babi bukan susu sapi.“
“OOO maksudnya ………… kalau tadi ada gambar sapinya, maka jelas susu sapi. Tapi kalau sudah dibuka begini jadi nggak ada gambar sapinya. Jadi bisa kayak susu babi.”

DISURUH PULANG SORE NGGAK NURUT !!!!

Senin, 15 November 2010. Hari ini Tsurayya bangun paling pagi. Dan rutinitas kalau bangun pagi adalah : turun dari tempat tidur, pindah ke tangga sambil tiduran mencari angin semilir. Biasanya dilanjutkan lagi tidurnya.
Namun pagi itu tidak. Sambil memperhatikan aku yang sedang mencuci baju, ia berkata begini,
“Abiii … abi. Dari kemarin udah aku bilangin ! kalau pulang itu sore…… jangan malam-malam. Eh malah malam-malam lagi!!!!!”(sambil mulutnya maju)
“Kenapa dik ? Kok pagi-pagi sudah ngomel.”
“Iyaa umi ………… aku kan kemarin ….. aku udah bilang sama abi tuh di telpon! Eh abinya malah nggak mau denger ! suruh pulangnya sore ……… malah pulang malam lagi .. pulang malam lagi !”
“Abi nggak mau nurut dibilangi !”
“Dibilangi siapa dik ?”
“Dibilangi akuuu umii!”
Uuuuuuuuups …. Pagi-pagi sudah ada yang curhat. Lucu dengernya.

Sabtu, 23 Oktober 2010

LOMBA PORSENI IGTK PONDOK GEDE

Sabtu, 9 Oktober 2010 pukul 7.45 wib, keberangkatan tim kami TKIT IQRO' diringi oleh rintik hujan yang terus mengiringi hingga tempat tujuan, TMII.
Disini kami akan menguji kemampuan peserta didik kami dengan sekolah/ TK lain se-kecamatan Pondokgede. Beberapa lomba sudah didaftarkan untuk hari ini. Sekitar 80 peserta didik didampingi 20 guru dan sejumlah koordinator kelas ikut hadir dalam acara ini.
Suasana yang hiruk pikuk, pedagang yang berseliweran, orangtua murid sdari sekolah lain dan para peserta lain membuat kami semua ekstra konsentrasi ketika mengawal murid-murid kami menuju lokasi lomba.
Suara berisik dari mulut-mulut peserta dan pengantar, pedagang sering mengaburkan pendengaran kami. Sehingga kami harus mengatur strategi untuk mengatur mood anak-anak dan fokus pada panggilan untuk peserta dari panitya.
Seliweran pedagang yang menjajakan mainan juga membuat persoalan lain bagi anak, mereka setengah merengek kepada ibu guru supaya dibolehkan membeli mainan bagi yang membawa uang. Bagi yang tidak membawa uang berharap bu guru bermurah hati mau membelikan......... (rasanya tak tega gitu ...)
Alhamdulillah jerih payah dan usaha kami selama 2 pekan berlatih membuahkan hasil yang memuaskan !!!!
Sekolah kami berhasil menjadi Juara Umum I dalam event ini. Terbayarkan rasa lelah & harapan kami selama ini. sungguh ini merupakan nikmat dan kepuasan tersendiri bagi kami guru dan orangtua murid.
BRAVO ........... VINI ... VIDI ... VICI.

Jumat, 22 Oktober 2010

MAKIYYAH DAN MADANIYAH

I. Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun, sebagian besar waktu Rasulullah dihabiskan di Makkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian” [Al-Israa : 106]

Oleh karena itu para ulama rahimahullahu membagi Al-Qur’an menjadi dua bagian : Makkiyah dan Madaniyah.

Makkiyah adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhamamd Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum berhijrah ke Madinah.

Madaniyah adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah berhijrah ke Madinah.

Dengan dasar ini, maka firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Ma’idah : 3]

Termasuk ayat Madaniyah walaupun diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada haji Wada’ di Arafah.

Dalam kitab Shahih Bukhari [1] diriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia mengatakan : “Kami tahu hari itu dan tempat wahyu tersebut turun kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wahyu tersebut turun sementara Rasulullah sedang berdiri berkhutbah hari Jum’at di padang Arafah”.

PERBEDAAN ANTARA AYAT-AYAT MAKKIYAH DAN AYAT-AYAT MADANIYAH DILIHAT DARI KONTEKS KALIMAT DAN KANDUNGAN

[a]. Perbedaan Pada Konteks Kalimat.
1. Kebanyakan ayat-ayat Makiyyah memakai konteks kalimat tegas dan lugas karena kebanyakan obyek yang didakwahi menolak dan berpaling, maka hanya cocok mempergunakan konteks kalimat yang tegas. Baca surat Al-Muddatstsir dan surat Al-Qamar.

Sedangkan ayat-ayat Madaniyah kebanyakan mempergunakan konteks kalimat yang lunak karena kebanyakan obyek yang didakwahi menerima dan taat. Baca surat Al-Maa’idah.

2. Kebanyakan ayat-ayat Makkiyah adalah ayat-ayat pendek dan argumentatif, karena kebanyakan obyek yang didakwahi mengingkari, sehingga konteks ayatpun mengikuti kondisi yang berlaku. Baca surat Ath-Thuur.

Sedangkan ayat-ayat Madaniyah kebanyakan adalah ayat-ayat pendek, penjelasan tentang hukum-hukum dan tidak argumentatif, karena disesuaikan dengan kondisi obyek yang didakwahi. Baca ayat tentang hutang-piutang dalam surat Al-Baqarah.

[b]. Perbedaan Pada Materi Pembahasan
1. Kebanyakan ayat-ayat Makkiyah berisikan penetapan tauhid dan aqidah yang benar, khususnya yang berkaitan dengan Tauhid Uluhiyah dan iman kepada hari kebangkitan ; karena kebanyakan obyek yang didakwahi mengingkari hal itu.

Sedangkan ayat-ayat Madaniyah kebanyakan berisikan perincian masalah ibadah dan muamalah, karena obyek yang didakwahi sudah memiliki Tauhid dan aqidah yang benar sehingga mereka membutuhkan perincian ibadah dan muamalah.

2. Penjelasan secara rinci tentang jihad berserta hukum-hukumnya dan kaum munafik beserta segala permasalahannya karena memang kondisinya menuntut demikian. Hal itu ketika disyariatkannya jihad dan timbulnya kemunafikan, berbeda halnya dengan ayatayat Makkiyah.

MANFAAT MENGETAHUI PEMBAGIAN MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Pengetahuan tentang Makkiyah dan Madaniyah adalah bagian dari ilmu-ilmu Al-Qur’an yang sangat penting. Hal itu karena pada pengetahuan tersebut memiliki beberapa manfaat, di antaranya.

1. Nampak jelas sastra Al-Qur’an pada puncak keindahannya, yaitu ketika setiap kaum diajak berdialog yang sesuai dengan keadaan obyek yang didakwahi ; dari ketegasan, kelugasan, kelunakan dan kemudahan.

2. Nampak jelas puncak tertinggi dari hikmah pensyariatan diturunkannya secara berangsur-angsur sesuai dengan prioritas terpenting kondisi obyek yang di dakwahi serta kesiapan mereka dalam menerima dan taat.

3. Pendidikan dan pengajaran bagi para muballigh serta pengarahan mereka untuk mengikuti kandungan dan konteks Al-Qur’an dalam berdakwah, yaitu dengan mendahulukan yang terpenting di antara yang penting serta menggunakan ketegasan dan kelunakan pada tempatnya masing-masing

4. Membedakan antara nasikh dan mansukh ketika terdapat dua buah ayat Makkiyah dan Madaniyah, maka lengkaplah syarat-syarat nasakh karena ayat Madaniyah adalah sebagai nasikh (penghapus) ayat Makkiyah disebabkan ayat Madaniyah turun setelah ayat Makkiyah.

[Disalin dari kitab Ushuulun Fie At-Tafsir edisi Indonesia Belajar Mudah Ilmu Tafsir oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Penerjemah Farid Qurusy]
__________
Foote Note
[1]. Diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab Al-Iman, Bab ; Ziyaadatul Iman Wa Nuqshaanuhu (Bertambah dan berkurangnya keimanan), hadits nomor 45, Muslim, Kitab At-Tafsir, Bab Fii Tafsiri Aayaatin Mutafarriqah, hadits nomor 3015
http://www.almanhaj.or.id/content/2197/slash/0

II. Prof.DR.H.Muhammad Chirzin,M.Ag

Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia yang meletakkan dasar-dasar yang prinsip dalam segala persoalan kehidupan manusia dan merupakan kitab universal. Petunjuk ini merupakan sendi utama yang dimiliki agama Islam sebagai way of life bagi penganutnya dan menjamin kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Allah SwT menurunkan Al-Qur’an kepada nabi terakhir Muhammad Saw dengan perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur. Malaikat sebagai mediator Allah SwT dengan manusia. Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi khalifah bumi tersebut. ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan sesuai dengan peristiwa dan/atau kebutuhan Rasulullah Saw. Allah SwT berfirman:

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Q.s. Al-Isra’ [17]: 106).

“Al-Kitab (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Allah Yang Maha Agung dan Bijaksana.” (Q.s. Al-Jatsiyah [45]: 2)

Dilihat dari ungkapan-ungkapan ayat-ayat tersebut, untuk arti menurunkan, semuanya menggunakan kata tanzil bukan inzal. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qaur’an diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur. Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya, yakni Taurat, Injil, dan Zabur yang turun sekaligus, Al-Qur’an turun bertahap, sebagaimana ditunjukkan dalam firman-Nya,

Dan berkatalah orang-orang kafir: “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok. (Q.s. Al-Furqan [25]: 32).

Pertanyaan orang-orang kafir itulah yang dijadikan landasan beberapa ahli tafsir, bahwa orang kafir heran dengan turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur, karena mereka mengetahui kitab-kitab sebelumnya turun sekaligus. Bukanlah kitab-kitab itu berwujud benda kemudian diturunkan begitu saja, tetapi diturunkan atau dibacakan sekaligus oleh malaikat Jibril Jibril.

Sejarah turunnya Al-Qur’an dibagi dalam tiga periode: Periode pertama, kandungan wahyu Allah SwT berkisar dalam tiga hal, yaitu: a. Pendidikan bagi Rasulullah Saw dalam membentuk kepribadiannya (Q.s. Al-Muddatsir [74]: 1-7), b. Pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai ketuhanan (Q.s. Al-A’la [87] dan Al-Ikhlash [112], dan c. Dasar-dasar akhlak Islamiyah dan pembentukan masyarakat Muslim.

Periode ini berlangsung sekitar 4 sampai 5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab terhadap Al-Qur’an ketika itu. Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok: pertama, sebagian kecil dari mereka menerima dengan baik. Kedua, sebagian besar menolaknya karena kebodohan mereka (Q.s. Al-Anbiya’ [21]: 24), keteguhan mereka mempertahankan adat-istiadat dan tradisi nenek moyang (Q.s. Az-Zukhruf [43]: 22), atau karena maksud-maksud tertentu dari suatu golongan. Dan ketiga Al-Qur’an mulai melebar melampaui perbatasan Makkah menuju daerah-daerah sekitarnya.

Periode kedua, berlangsung selama 8-9 tahun, ketika ayat-ayat Al-Qur’an telah sanggup memblokade paham jahiliyah dari segala segi, sehingga mereka tidak lagi mempunyai arti dan kedudukan dalam alam pikiran sehat (Q.s. An-Nahl [16]: 125), (Q.s. Yasin [36]: 78-82).

Periode Ketiga, pada masa ini dakwah Al-Qur’an telah mencapai atau mewujudkan prestasi yang sangat besar. Periode ini berlangsung selama 10 tahun. Ini merupakan periode yang terakhir, saat Islam disempurnakan oleh Allah SwT dengan turunnya ayat yang terakhir, Al-Maidah [5]: 3, ketika Rasulullah Saw wukuf pada haji wada’ 9 Dzulhijjah 10 H/7 Maret 632 M. Dana ayat terakhir turun secara mutlak, surat Al-Baqarah [2]: 281, sehingga dari ayat pertama kalinya memakan waktu sekitar 23 tahun.

Penurunan Al-Qur’an secara bertahap pada Nabi Muhamamd Saw mengandung hikmah, antara lain: pertama, menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah Saw. (Q.s. [18]: 6, [6]: 33-34, [3]: 184, [73]: 10-11, [11]: 120, 36:37); kedua tantangan dan mukjizat (Q.s. [25]: 33); ketiga, mempermudah hafalan dan pemahamannya (Q.s. [6]: 2, [7]: 157), keempat, kesesuaian dengan peristiwa dan penahapan dalam penetapan hukum (Q.s. [30]: 38-39, [6]: 51-52), dan kelima, bukti yang pasti bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji (Q.s. [11]: 1, [4]: 82, [17]: 88).

Surat-surat Makkiyah dan Madaniyah

Al-Qur’an yang terdiri atas 114 surat diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Sebagian ayat-ayat Al-Qur’an itu diturunkan di Makkah dan di Madinah sehingga muncullah istilah surat atau ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa ayat-ayat Makkiyah adalah ayat yang turun di Makkah dan ayat Madaniyah adalah ayat yang turun di Madinah. Pendapat ini lebih menitikberatkan pada masalah tempat. Pendapat lain lebih menitikberatkan kepada orang yang dituju oleh dialog ayat Al-Qur’an. Ayat Makiyah adalah dialog kepada penduduk Makkah dan ayat Madaniyah adalah dialog kepada penduduk Madinah. Namun, sebagian ulama lebih cenderung kepada pendapat yang menitikberatkan pada pendapat pertama. Ayat Makiyah adalah ayat yang turun sebelum periode Hijrah, sekalipun turun di luar Makkah sedang ayat Madaniyah adalah ayat yang turun pada periode sesudah hijrah sekalipun turun di Makkah.

Ayat-ayat Makiyah memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh ayat Madaniyah dari segi gaya bahasa dan tema sebagai berikut. Pertama, dalam segi gaya bahasa, sebagian besar ayat-ayat Makiyah memiliki gaya bahasa dan penyampaian yang keras, lain dengan ayat-ayat Madaniyah yang memiliki gaya bahasa yang lembut dan penyampaian yang mudah; sebagian besar ayat Makiyah memiliki seruan yang ringkas dan argumen yang kuat, sedangkan ayat-ayat Madaniyah memiliki susunan kata yang panjang dan penyampaian hukum sepintas tanpa banyak argumen.

Kedua, dalam segi tema, sebagian ayat-ayat Makiyah berisi pentapan ajaran tauhid dan akidah yang murni, terutama menyangkut tauhid uluhiyah dan keimanan terhadap hari kebangkitan. Berbeda dengan ayat-ayat Madaniyah yang sebagian besar berisi rincian masalah ibadah dan muamalat (kemasyarakatan); keterangan tentang masalah jihad dan hukum-hukumnya dan orang-orang munafik tercakup dalam ayat-ayat Maaniyah, berbeda dengan ayat Makiyah.

Makiyah dan Madaniyah termasuk bagian bahasan ilmu-ilmu Al-Qur’an yang sangat penting. Dari situ akan dapat ditemui beberapa hal kegunaan mengetahuinya, di antaranya: pertama, keindahan (balaghoh) Al-Qur’an semakin tampak, karena susunan bahsa yang dipakai sesuai dengan kenyataan kepribadian lawan bicaranya. Kedua, pembentukan hukum Al-Qur’an ditempatkan pada proporsi yang tepat secara berjenjang tergantung kesiapan umat. Ketiga, mendidik dan mengarahkan para da’i ke jalan Allah agar mengikuti jalur Al-Qur’an dalam berbicara dan tema pembicaraannya yang sesuai dengan orang yang akan disampaikan kepadanya dakwah Islam, dan keempat, pemilihan antara nasikh dan mansukh, ketika terdapat dua ayat Madaniyah dan Makiyah yang telah memenuhi persyaratannya, ketika terdapat masalah terkait antara ayat-ayat Madaniyah dengan ayat-ayat Makiyah.

Sumber: Suara Muhammadiyah No. 23/Th. Ke-93/1-15 Desember 2008
http://www.pkesinteraktif.com/edukasi/opini/891-sejarah-perjalanan-al-quran-1.html

TEORI MOTIVASI

1. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

2. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
 Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;
 Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
 Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.
Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.

3. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

4. Teori Keadilan
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
 Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
 Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :
 Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;
 Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
 Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;
 Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai
Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.

5. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan.

6. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.

7. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.
Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.
Dalam hal ini berlakulah upaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.
Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya, misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah, yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari.
Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.
Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.


8. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.
Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

9. Teori X dan teori Y
Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.
1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
3. Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.
Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab. *Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.



10. Teori motivasi kontemporer
David McClelland, pencetus Teori Kebutuhan. Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan
Teori motivasi kontemporer mencakup:
• Teori kebutuhan McClelland
• Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya.
• Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut :
kebutuhan pencapaian: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
kebutuhan kekuatan: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
kebutuhan hubungan: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

11. Teori evaluasi kognitif
Teori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan. Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukung.

12. Teori penguatan
Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan.

13. Teori harapan
Teori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.


Referensi :
• http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi pada tanggal akses 18 Oktober 2010
• http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/ pada tanggal akses 18 Oktober 2010

Kamis, 18 Maret 2010

[psikologi_net] Anak Indigo dan Sistem Pendidikan Kita leonardo rimba

Sat, 26 Nov 2005 00:52:49 -0800
Rekan-Rekan yang Berbahagia:

Dengan pasti saya bisa menyatakan saat ini bahwa
sistem pendidikan formal yang kita miliki, dari SD
sampai dengan Perguruan tinggi, tidak mampu untuk
mendidik anak indigo.

Anak Indigo adalah sebagian dari mereka lahir di
periode tahun 1980-an dan memiliki aura berwarna nila
dengan ciri-ciri kemampuan spiritual bawaan dan sikap
non-kompromistis terhadap segala sesuatu yang
dinilainya bersifat pemaksaan. Penelitian tentang
fenomena anak indigo ini dimulai oleh seorang psikolog
di Amerika Serikat, dan setelah itu diteruskan oleh
media massa di AS dan negara-negara maju lainnnya,
yang akhirnya memunculkan "boom" indigo dengan segala
komersialismenya.

Di Indonesia, Mbak Maria Hartiningsih, seorang
psikolog, adalah orang pertama yang menyorot fenomena
ini dalam sebuah artikel yang lumayan besar di harian
Kompas (Mbak Maria adalah seorang redaktur Kompas).
Dengan bekal hubungan pribadi yang cukup intens dengan
Vincent Liong selama periode waktu yang cukup lama,
Mbak Maria percaya bahwa Vincent Liong, yang menjadi
studi kasus di artikelnya itu adalah seorang anak
indigo.

Dr. Erwin Kesuma, Sp.A, seorang psikiater anak di
Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Gatot Subroto dan
Klinik Provita kemudian memperoleh banyak pertanyaan
dari wartawan dan wartawati berbagai media massa yang
melihat adanya sesuatu yang bisa menghebohkan disana.
Heboh karena anak-anak indigo ini bisa menggunakan
kemampuan supranatural mereka untuk hal-hal tertentu.
Untuk kemanusiaan, tentu saja: berupa penyembuhan,
terawangan, dan sebagainya yang, kita tahu selalu
menempati posisi cukup menarik perhatian bagi
masyarakat kita yang relijius ini. Dr. Erwin inilah
yang kemudian dinobatkan oleh media massa sebagai
seorang dokter ahli indigo.

Tetapi, Dr. Erwin tidak mau memberikan pernyataan
tertulis bahwa anak tertentu adalah seorang anak
indigo. Saya pernah bertanya langsung kepada Dr.
Erwin, dan ia menjelaskan dengan tegas bahwa yang
diperlukan hanyalah mencocokkan ciri-ciri yang muncul
di seorang anak dengan daftar dari ciri-ciri anak
indigo yang akan diberikan oleh Dr. Erwin kepada siapa
saja yang meminta. Apabila banyak ciri-cirinya yang
cocok, maka bolehlah anak itu disebut sebagai seorang
anak indigo.

Apakah Vincent termasuk anak indigo menurut Dr. Erwin?
Dari percakapan antara saya dengannya, saya bisa
melihat bahwa memang demikianlah anggapan dia dan para
staf Klinik Provita yang banyak menangani anak-anak
"indigo". Kata indigo disitu saya tulis dalam tanda
kutip karena yang ditangani oleh Klinik Provita adalah
anak-anak kecil yang dianggap bermasalah oleh orang
tuanya, dan indigo adalah kata yang positif untuk
dipakai dalam terapi anak; walaupun sebenarnya
anak-anak itu bukan anak indigo. Jadi, telah ada salah
kaprah di bidang terapi. Salah kaprah yang agaknya
sengaja demi komersialisme (tapi itu soal lain,
sehingga saya tidak akan mengulasnya disini).

Sejak saat itu sampai sekarang, sudah cukup banyak
liputan media massa tentang anak-anak indigo. Terakhir
saya dengar Anissa (seorang anak indigo berusia 6
tahun yang berbicara dengan Bahasa Inggris kepada
semua orang walaupun kedua orang-tuanya asli
Indonesia) juga muncul di "Dorce Show". Itu acara
entertainment untuk publik yang haus hiburan, tentu
saja.

---

Sampai saat ini saya tidak melihat adanya sesuatu yang
positif muncul dari berbagai liputan media massa
tentang anak-anak indigo ini. Dari seminar yang
diadakan oleh Metafisika Studi Club, tindak lanjutnya
juga nihil. Kalaupun ada, paling jauh adalah
penerimaan secara pasif bahwa anak-anak indigo itu
memiliki kemampuan supranatural untuk membantu sesama.
Cuma itu saja.

Sistem pendidikan formal kita juga belum pernah
memberikan pernyataan resmi tentang apa yang akan
dilakukannya terhadap anak-anak indigo yang tentu saja
harus bersekolah.

1) Apakah anak indigo harus mengikuti sistem
pendidikan formal biasa walaupun tersendat-sendat?
2) Apakah sistem pendidikan kita yang harus
mengakomodasi anak indigo dengan keharusan menciptakan
SLB (Sekolah Luar Biasa) bagi anak-anak indigo?
3) Apakah anak indigo harus dimengerti sebagai
anak-anak dengan kemampuan di atas normal atau di
bawah normal? Ini penting sekali untuk dijawab oleh
sistem pendidikan kita.
4) Apakah sebaiknya dibuat suatu kompromi antara
sistem pendidikan umum kita untuk mengakomodasi
anak-anak indigo? Kompromi disini berarti akomodasi
"middle ground". Bukan penciptaan SLB, tetapi program
khusus di sekolah-sekolah biasa (dari SD s/d Perguruan
Tinggi).

Program khusus untuk mengakomodasi anak-anak indigo di
sistem pendidikan kita tidak harus berarti penciptaan
program yang mahal dengan SDM (Sumber Daya Manusia)
yang canggih. Khusus itu tidak berarti harus mahal.

Saran saya sebagai seorang pengamat indigo adalah
penciptaan program khusus yang bersifat manusiawi, dan
murah dari segi biaya. Cukup disediakan beberapa orang
SDM yang secara bersamaan menangani seorang anak
indigo di jenjang pendidikan tertentu. Dua atau tiga
orang pengajar untuk secara bersamaan menangani
seorang anak indigo; dan dengan komitmen itu, tetap
bisa memberikan waktu kepada tugas-tugas mengajar di
kelas-kelas biasa.

Cuma sedikit ekstra waktu dan sedikit ekstra biaya
yang diperlukan untuk melancarkan sistem pendidikan.

Mungkin itu yang bisa dilakukan oleh Fakultas
Psikologi, Universitas Atmajaya, untuk menangani kasus
indigo pertama di Indonesia. Apapun kebijakan yang
akan diambil oleh Fakultas Psikologi, Universitas
Atmajaya, dan apapun hasilnya terhadap Vincent Liong
sebagai anak didiknya, itu akan menjadi studi kasus
yang bisa dicontoh atau dihindarkan oleh mereka yang
bergerak di bidang pendidikan kita di masa datang.

Kalau menangani anak indigo saja tidak bisa, bagaimana
pula sistem pendidikan kita akan menangani anak-anak
kristal (yang muncul dari antara mereka yang lahir di
tahun 1990-an)?

Damai di Bumi,
Leonardo Rimba

Penulis adalah seorang pengamat fenomena anak indigo
lulusan Universitas Indonesia dan the Pennsylvania
State University, US. Dia bisa dihubungi di e-mail
<[EMAIL PROTECTED]>. Melalui HP, di
0818-183-615.

Apakah Anak Anda Tergolong Anak-anak Indigo ?

Jumat, 22-08-2008 12:21:57 oleh: Anwariansyah
Kanal: Opini

Sebelum kita membahas tentang anak-anak indigo, alangkah baiknya kita mengetahui dulu mengenai warna indigo yang dimaksud pada anak-anak indigo. Warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu. Kebanyakan perilaku anak Indigo dapat dipahami dari aspek ini.

Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.

Banyak anak-anak sekarang yang terkategorikan sebagai Anak Indigo, juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika. Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”. Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80 %) dari anak-anak di bawah 12 tahun, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat Indigo dewasa. Anak-anak ini teridentifikasi melalui adanya karakteristik yang unik. Mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.
Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.

Bagi Wikimuers yang ingin mengetahui apakah anaknya atau diri sendiri termasuk seorang Indigo, bisa mencocokkan karakteristik anak Indigo dan Indigo dewasa berikut ini. Selain itu biasanya seorang anak Indigo tergolong anak yang istimewa (biasanya memiliki IQ -Intelligence Quotient- lebih dari 120 dan mempunyai kecenderungan mempunyai kemampuan supranatural) namun seringkali mempunyai permasalahan dengan sistem belajar di sekolah pada umumnya.

Karakteristik Anak Indigo :
1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.
Karakteristik Indigo Dewasa
1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.
Bagi Wikimuer yang ingin memperoleh penjelasan lebih jauh mengenai anak-anak Indigo dan permasalahan di seputar keindigoan seseorang bisa mendapatkan di (sekaligus juga merupakan referensi tulisan saya ini) :
- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober
- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW

Apakah anak anda termasuk “anak indigo?”

Beberapa tahun belakangan ini berita tentang “anak indigo” cukup banyak diulas di media, walaupun belum ada yang meneliti berapa sebetulnya jumlah anak indigo di Indonesia. Hanya dipastikan, persentase jumlahnya masih sangat sedikit, kira-kira 10.000 : 1. Psikolog Elly Risman, yang dikutip oleh Pikiran Rakyat, menjelaskan bahwa kecilnya angka anak indigo yang diketahui, disebabkan sikap orang tua yang belum memiliki kesadaran memeriksakan anak ke psikolog. “Mungkin ini yang menyebabkan tidak adanya data yang valid mengenai jumlah anak indigo” katanya. Mengapa kita perlu memahami tentang “anak indigo” ini? Karena ada kemungkinan bahwa anak anda adalah seorang indigo, bahkan bisa pula seluruh anak yang anda lahirkan adalah seorang indigo.

Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”
Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.

Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?

Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?
Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.

Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.

Apakah anak anda indigo?
Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut: 1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? , 2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?, 3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? , 4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? , 5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? , 6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? , 9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? , 10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? , 11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan , 12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? , 13) Apakah anak anda kreatif? , 14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? , 15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? , 17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? , 19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? , 20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?
Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.
Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”

Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.

Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.
Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.

Tips untuk mendidik anak indigo

Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:
1. Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.
2. Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.
3. Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.
4. Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.
5. Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.
6. Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.
7. Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.
8. Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.
9. Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
10. Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.

Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.

Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.

Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.

disadur dari tulisan edratna

Selasa, 09 Februari 2010

MaHo ....... Manusia homo.........

Malam itu kita tidur rame-rame di kamar bawah. Karena sedang ditinggal abi , ada acara menginap bersama teman beliau. Menjelang tidur, aku sudah capek banget sehingga nggak bisa menggali cerita dari my children.


Dari sore, Zaky sudah buat acara sendiri yang membuatku lelah untuk terus mengingatkan. Biarlah aku tinggal tidur saja, pasti mereka akan mengikutiku tidur juga.
Dan memang benar 5 menit kemudian mereka sudah ambil posisi tidur di sekelilingku. Tsuraya tetap yang menguasaiku, tidak ada yang boleh dekat umi. Sehingga dua kakaknya siap di kasur bawah, berpelukan.

Lucu juga sebetulnya melihat dua anak itu berpelukan,n padahal mereka baru saja bertengkar. Posisinya Zaky ada di belakang/ dipunggunggi Azhari memeluk kakaknya. Karena kegelian maka kakaknya berkata :
“Eh …. Aku geli ahhh. ……… nggak mau kalau dipeluk zaky.”
“Hehehehehe ……… enak kan kalau aku peluk!”
“IIIIIIH …….. enak gimana ….. risih tahu !”
“ Sini aku peluk lagi. Hahahahha…….. “
“Emangnya aku MAHO “
“ Apa kak ? kakak mau kan aku peluk.”
“ Bukan mau …….!!!! Tapi MAHO!!!”
“MAHO ………..??? APA ITU MAHO ?”
“MaHo itu manusia homo. …………. Ngerti nggak ?”
“Hooomooo ……. ? apa itu homo ? aku nggak ngerti ?”
“Laki-laki suka sama Laki-laki……… sana jangan dekat-dekat.”
“AKU BUKAN MAHOOOO KAKAK! POKOKNYA AKU MAU TIDUR SAMA KAKAK !!!”
Akhirnya aku angkat bicara juga karena mereka semakin berisik.
“Shheeeeeeeeet …… udah malam ! ……..ayo tidur semua !”

Tai Kambing.

Berbicara santun memang harus selalu kita lakukan, baik kepada siapa saja. Apalagi kepada anak kita. Setiap perkataan kita akan selalu diingat/ direkam oleh anak kita. Maka kita harus berhati-hati menjaga lisan kita didepan mereka, walaupun niatnya hanya bergurau.
Usia 2 – 5 tahun merupakan saaat-saat yang sangat sensitive bagi anak-anak. Diusia ini mereka seperti kaset kosong yang siap untuk merekam setiap peristiwa yang mereka alami. Berkaitan dengan hal tersebut ada sebuah cerita dari anakku Tsurayya. Ia kalau sudah bertanya, banyak sekali hal yang diomongkan. Apasaja diomongkan termasuk hal-hal yang sudah pernah dibicarakan, hal yang sudah lampau. Yang bagi kita orang dewasa merasa, ngapain sih diomongin lagi …. ? emang nggak ada topic lain ….?
Sudah gitu kalau kita tidak menanggapi omongannya, dia tidak puas. Pasti akanmencari kepastian akan pendapat kita. Apalagi kalau pulang kerja. Capek dan kadang badan pengen cepet-cepet istirahat tapi masih harus berhadapan dengan si kecil yang lagi cerewet-cerewetnya.
Saat ini aku memang lagi punya jadwal minum obat secara rutin, untuk mengobati benjolan di kelenjar getah beningku. Obat itu semua harus dihabiskan sesuai jadwal. Ada 4 kali dalam sehari aku harus meminum obat tersebut.
Dan jadwal sore hari adalah saat aku bertemu dengan dia dari semua kegiatan dia dan aku. Kebetulan obat itu berbentuk bulat hitam dan jumlahnya ada 15. jadi untuk 15 hari.
Setiap hari dia bertanya saat aku minum obat tersebut.
“Obat apa icu mi ? …………. obat umi ya ? ……. Umi lagi catit ya ? …….. catit apa mi ? “
Pertanyaannya bagaikan mitraliur, diberondongkan kearahku setiap hari. Padahal untuk minum 1 obat tersebut aku membutuhkan 1 gelas air putih penuh, bahkan kadang suka lebih, karena memang sulit ditelan walau kecil tapi keras.
“Ya mi ..! ……. Ini obat umi kan mi ! ….. biar apa mi, kok umi minum obat ini lagi ?”
“Biar sembuh adik !”
“Biar cembuh ya mi, ya ! …… kok bentuknya tayak gitu mi !”
“Iya biar gampang diminumnya ! ……… !!!!!!!!!!!!!!!! … (padahal setengah mati minumnya.]
“ Bentuknya kayak apa sih dik ?”
“Nak tahu aya………. tayak apa cih mi ?” ……….[aku diam saja] …….. mi tayak apa mi ?”
“Menurut adik bentuknya seeprti apa….. hayo “
“Aya nak tahu …… tayak …..tayak apa cih mi ?”
“Kalau nggak tahu ya sudah ngaak papa …..!”
“Aaah umi …. Tacih tauin aya dong mi!!”
“Eeeeeeehmm apa ya ? …. Itu lo dik , kayak yang ditempat uwak. Suka ada kotoran hitam-hitam kayak gini .”
“Totolan tambin …. !!!!”
“Hehehehe ………!”

Dan hal ini akan berulang terus untuk keesokan harinya. Sesuai jadwal minum obat. Hingga suatu saat aku bosan menjawabnya.
“Mi …. Itu apa ? yang umi minum ? …….. obat ya ?........ obat ya mi !”
Namun aku diam saja tidak menjawab pertanyaannya seperti biasa. Hingga ia memastikan lagi seperti biasa.
“Itu obat ya mi. obat umi ya mi ……. Mi !!!!”
“Bukan adik !””
“Butan obat ya mi. itu butan obaat ………..?”
“Bukan ….!!!”
“Butan ya ?? ………Talau butan apa mi ?? ………..tai tambin ………! Ya mi……. tai tambin……….. !!!”
“ Tooooooooooeeengg ……………………////////////???????????????” SENJATA MAKAN TUAN !!!!!!!!!!!!
“Iya umi makan tai kambing !” Hiiiiiiiii …….”
Anakku bengong sesaat.
“Aaaaaaaa butaaaaaaaan ……… umi matan obat ……. Butan tai tambin.”

Alhamdulillah , tenyata anakku bisa membedakan tai kambing dengan obat.

Senin, 04 Januari 2010

LIBURAN DI RUMAH

Desember ini banyak sekali waktu luang di akhir pekan. Week End with Familymenjadi program di bulan ini.

Ada 3 pekan berturut-turut libur akhir pekan ini, yang cukup lama bagi para pekerja/ eksekutif. Biasanya hanya 2 hari sabtu - ahad, sekarang 3-4 hari. mulai hari Jum'at sampai Ahad. Bahkan di libur Natal dan Tahun Baru bahkan mulai dari hari Kamis sampai hari Ahad. Bank-bank pun tutup buku di bulan Desember ini. Mereka para karyawan bank juga pengen liburan juga buat refreshing . Sehingga transaksi via bank harus selesai sebelum mereka libur. Kalau terlambat wah bisa repot sendiri.

3 pekan long week end, pekan pertama Mas Dodi sudah punya jadwal touring sama teman-teman kantor. Aku harus jadi panitya lomba 1 Muharrom sama ibu-ibu wali murid TK AN NAJM. Karena jadwal nggak nyambung, jadilah jalan sendiri-sendiri. Aku hanya nitip Habbasauda ke mas Dodi buat suplemen selama touring. Supaya kalau pulang touring oleh-oleh yang didapat benar-benar segar, refresh. Bukannya loyo, capek, akhirnya minta pijitan. Lucu kan kalau pulang touring malah ini yang didapet.

Alhamdulillah, habasauda itu dikonsumsi terus. Sehingga pulang ke rumahpun, ia tampak ceria.

Sedangkan lomba Muharrom, dimana aku sebagai panitya juga sukses. Selesai lomba ada pasar murah baju layak pakai. Pulang ke rumah langsung tergeletak di kasur. Karena memang kondisi sebelumnya sudah terkena flu. Jadi harusnya istirahat malah terpakai penuh nih badan. Pengennya flu itu nggak usah datang, biar aku bisa full ke kegiatanku.Tapi manusia hanya bisa berharap.

Alhamdulillah, yang kena flu hanya aku saja. Anak-anak tak ikutan kena.

Besoknya aku harus jadi panitya sekaligus PJ pertemuan dengan ortu muridku. Karena bu guru yang lain harus menyelesaikan rapot murid mereka, jadi aku nggak bisa melibatkan mereka, hanya beberapa saja untuk hal-hal tertentu yang aku rasa bukan keahlianku. Kepala ini terasa pening sekali badan mulai demam.

Siangnya masih ada 1 job lagi yang harus aku selesaikan, yaitu survey lokasi untuk RAKER TKIT IQRO'. Kepala ini makin nyut-nyutan aja rasanya. Sepanjang perjalanan aku minum terus air mineral campur klorofil ditambah sugesti untuk sembuh.
ketika rapat pertemuan, Umi A'la memegang erat tanganku sambil berkata," Ibu ini demam nih ! Kalau A'la biasanya saya pegang, transer hawa panas supaya demamnya turun. Aku nurut aja. Enak sih kalau lagi sakit dielus-elus.

Walau tempat yang kusurvey tidak dapat dipakai, tapi aku bersyukur hari itu aku bisa menyelesaikan tugasku dengan puas, walau apapun hasilnya.

Minggu, 03 Januari 2010

BUAH "NAGA " NAN BERMANFAAT

Pertama kali dikenal, buah ini biasa digunakan sebagai sesajen untuk para dewa. Namun ternyata, buah naga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, mengurangi tekanan emosi, dan menetralkan racun dalam darah.

Buah naga terbilang baru dikenal di Indonesia. Meski begitu, namanya belakangan ini menjadi buah bibir di masyarakat luas. Penampilan buah ini sangat unik dan menarik. Ukurannya sebesar mangga gedong gincu, dengan warna merah menyala. Kulitnya seperti sisik ular besar (naga), tetapi bukan karena itu buah ini dikenal sebagai dragon fruit.
Saat ini buah naga belum dapat dijumpai di pasar tradisional, hanya bisa ditemukan di supermarket. Harganya pun masih relatif mahal, yaitu sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kg. Rasanya manis segar dan sedikit asam.

Ada yang mengaitkannya dengan mitos mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini tanaman buah tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di dalam pot.

Masyarakat Cina kuno menganggap buah naga membawa berkah, sehingga sering diletakkan di antara duo ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar persembahan kepada dewa. Warna merah buah menjadi mencolok di antara warna naga yang hijau.

Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang menganut budaya Cina, terkenal sebagai nama thang loy (buah naga). Thang loy-nya orang Vietnam ini kemudian disebut dengan bahasa Inggis disebut dengan dragon fruit.

Kaya Serat
Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Selain untuk mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah naga juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Sementara itu, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik. Berkat transit time yang pendek, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga semakin pendek, sehingga kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil (Goldberg, 1994).

Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram per orang per hari.

Buah naga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya.

Diperkirakan setiap 6 mikrogram betakaroten mempunyai aktivitas biologis setara dengan 1 mikrogram retinol. Kelompok FAO-WHO telah menghitung bahwa hanya separuh dari betakaroten yang terserap yang akan diubah menjadi vitamin A. Kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh tubuh.

Betakaroten juga merupakan jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya untuk menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.


Turunkan Kolesterol
Menurut Al Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, buah naga sangat baik untuk sistem peredaran darah. Juga sangat efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah.

Badan Litbang Pertanian RI menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Khasiat buah naga masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Selain penelitian yang masih sangat terbatas, buah ini masih sangat langka. Bahkan, masih banyak di antara kita yang sama sekali tidak mengenal buah ini.

Buah naga merupakan sumber vitamin dan mineral yang cukup baik. Kadar vitamin B1 pada buah naga mencapai 0,3 mg per 100 gram daging buah. Konsumsi vitamin B1 per orang per hari yang dianjurkan oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004) adalah 0,5-0,9 mg untuk anak-anak di bawah 10 tahun, serta 0,9-1,0 mg untuk orang dewasa. Wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui perlu tambahan sebesar 0,3 mg per hari di atas kebutuhan normalnya.

Pada prinsipnya tiamin (vitamin 131) berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi yang disebut ATP. Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis (beri-beri kering), yang disebabkan oleh terganggunya transmisi saraf atau jaringan saraf menderita kekurangan energi. Gejala kekurangan tiamin mula-mula adalah lelah, hilang selera makan, berat badan menurun, dan gangguan pencernaan.

Buah naga juga mengandung kalium, zat besi, protein, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat tersebut juga baik untuk mentralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Kandungan air pada buah naga juga cukup tinggi, yaitu mencapai 83 gram per 100 g daging buah. Karena itu, buah naga dapat juga dijadikan pencuci mulut yang lezat.

Dibuat Sup, Sayur dan Teh
Secara sederhana, buah naga dimakan dalam keadaan segar, yaitu setelah masak dan empuk. Mula-mula buah naga dibelah menjadi dua, kemudian bagian daging buahnya yang putih bertaburan biji hitam kecil-kecil dapat disendoki dan dimakan. Kulit belahan ditaruh di atas telapak tangan, yang sekaligus berfungsi seperti mangkuk.

Cara makan seperti itu secara tradisional sudah dilakukan oleh masyarakat Indian di Amerika Selatan. Mereka yang enggan makan seperti orang Indian, mengolah buah menjadi pai. Ada pula yang menyantapnya sebagai dessert dalam bentuk es krim restoran modern.

Bijinya yang mirip biji selasih, dapat dimakan tanpa mengganggu kesehatan. Daging buahnya terasa sangat menyegarkan dan manis, sehingga sering dipromosikan lebih manis daripada semangka, meski agak sedikit asam.

Selain dimakan langsung, buah naga juga sudah dibuat sebagai bahan baku pembuatan wine. Di Malaysia, buah naga yang belum masak dapat dimasak sebagai sup dan dicampur dengan daging maupun tulang. Selain itu, buah naga juga digunakan sebagai bahan baku salad ataupun digoreng dengan sambal terasi. Selain buahnya, bunga buah naga juga dimanfaatkan sebagai sayuran ataupun dikeringkan untuk dijadikan teh bunga.

Untuk dikonsumsi secara langsung, sebaiknya pilih buah naga yang sudah matang. Buah naga yang berkualitas baik tidak memiliki luka-luka di bagian kulitnya. Buah yang terluka di bagian luarnya dikhawatirkan akan berpengaruh di bagian dalamnya. Jika ditekan sudah empuk, berarti buah sudah cukup matang untuk dikonsumsi.

Buah naga yang segar biasanya masih diselaputi sulur atau sisik hijau kekuningan, sedangkan bagian luar buahnya berwarna merah jambu menawan.

Hidangan Eksklusif
Tanaman buah naga berasal dari Meksiko. Awalnya buah ini hanyalah buah hutan yang tidak dimakan. Namun, setelah dibawa oleh orang Perancis ke Cina, ia berubah nama menjadi buah naga. Tumbuhan tersebut kemudian ditanam secara meluas di Vietnam, sebelum akhirnya berkembang di negara-negara lain, termasuk Malaysia.

Buah naga yang semula tidak boleh dimakan karena dianggap makanan dewa dan tidak ada perhatian di negara asalnya, sekarang menjadi terkenal di seluruh dunia. Bahkan, di dalam pesawat penerbangan internasional, jus buah naga menjadi hidangan eksklusif.

Saat ini Vietnam dan Thailand merupakan pemasok buah naga terbesar di dunia. Namun, permintaan yang bisa dipenuhi baru 50 persen saja. Buah naga yang beredar di Indonesia saat ini, umumnya berasal dari kedua negara tersebut.

Secara internasional, buah naga disebut sebagai dragon fruit Sebutan untuknya di setiap negara berbeda-beda, misalnya Feuy Long Kwa (Cina), Thanh Long atau Clever Dragon (Vietnam), Kaew Mangkorn (Thailand), Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Mexico), Melano (Hawai), Rhino Fruit (Australia).

Merah, Putih, Kuning
Buah naga termasuk tanaman tropis. Tanaman ini tumbuh baik pada curah hujan 600-1.300 mm per tahun. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan menyebabkan kerusakan yang ditandai dengan proses pembusukan yang lebih cepat. Temperatur maksimum berkisar 38-40 derajat celsius.

Buah naga disebut juga kaktus manis atau kaktus madu. Buah naga termasuk dalam keluarga tanaman kaktus dengan karakteristik memiliki duri pada setiap ruas batangnya. Meskipun tergolong dalam tanaman kaktus, buah naga bukan buah kaktus biasa yang kita kenal sebagai prickly pear atau Opuntia ficus-indica.

Tanaman penghasil buah naga adalah kaktus pemanjat Hylocereus undatus. Disebut pemanjat, karena ketika ditemukan pertama kali di tempat tumbuhnya yang asli di lingkungan hutan belantara yang teduh, batangnya memang memanjat batang tanaman lain. Kalau ia dicabut dari tanah, ia masih hidup terus sebagai epifit, menyerap air dan mineral melalul akar udara pada batangnya.

Keunikan tanaman buah naga adalah batangnya berbentuk segitiga. Selain itu, durinya pendek sekali dan tidak mencolok. Bunganya mekar pada malam hari. Buah ini mempunyai musim sekitar bulan Juli hingga November.

Ada empat jenis buah naga, yaitu buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis), dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).

Dari keempat jenis buah naga tersebut, buah naga daging putih paling digemari dan diminati. Selain bentuk dan ukurannya yang lebih besar dan tiga jenis buah naga lainnya, buah naga daging putih juga terasa lebih segar karena mengandung rasa masam yang khas.

Di Malaysia dan Singapura, buah naga isi merah adalah spesies yang paling disukai karena rasanya lebih manis dibandingkan jenis lainnya.

Disadur dari : IndofamilyNetHealth.