Total Tayangan Halaman

Senin, 16 November 2009

Berangkat Sekolah

Pagi itu aku tidak bisa menemani anak-anakku ke sekolah. Aku hanya bisa terkapar di atas tempat tidur. Kelelahan aktifitas sepekan kemarin memaksa kelenjar getah beningku untuk membunyikan alarmnya lagi. Untunglah kali ini hanya perlu istirahat total saja, tidak sampai aku merasakan sakit yang berdenyut-denyut di leher sebelah kiriku.

Sarapan pagi pun terpaksa beli nasi uduk lagi, tak sempat aku memasak. Badan terasa lemas tak bertenaga. Aku harus banyak bersyukuur, dikaruniai anak-anak yang manis lagi penurut, tak banyak rewel. Mereka tahu kondisiku jika sudah begini.
Karena aku tak bisa menemani mereka sarapan akhirnya suamiku yang menggantikan posisiku, sebagai sutradara pada pagi hari. Mengarahkan sarapan, bekal untuk sekolah, memeriksa buku yang akan dibawa hari ini, dll.
Alhasil pagi itu sudah bisa terlewati dengan baik tanpa ada suara protes dari anak-anakku.

Malam harinya seperti biasa, aku dan suamiku mendiskusikan tentang semua kegiatan yang terjadi hari itu. Mulai cerita petir yang datang sore bersamaan dengan hujan, jalan macet, sampai suatu saat suamiku cerita begini," mi tahu nggak tadi anak-anak sekolah boncengan naik sepeda bertiga. "
"Naik sepeda siapa bi ?"
"Sepeda Azhari, bertiga, Azhari yang boncengin, Tsuraya di tengah Zaky paling belakang. Semua tas dipakai di punggung, kan penuh jadinya. Tas Azhari juga di punggung. terus abi bilang - mas tas kamu taruh didepan biar Tsuraya agak lega."
"Taruh didepan dada bi ?"
"Iya."
"Tapi aku susah naruhnya bi, kalau begini ."
"Kamu turun dulu mas."
Lalu turunlah Azhari dari sepeda dan tak lupa standar dipasang. Tapi baru saja sepeda dilepas dari tangan, teriakan ketakutan terdengar di mulut Tsuraya dan Zaky. Ternyataaaa sepeda itu jomplang ke kiri karena standar sepeda tersebut cuma standar samping yang kurang kokoh jika bebannya terlampau berat. Beruntung sepeda itu cepat di tangkap lagi oleh Azhari hingga adik-adiknya tidak jadi jatuh.
"Terus tahu nggak mi, sampai disekolah Tsuraya, ternyata masih sepi gurunya belum pada datang, pintunya masih dikunci."
" Bi, kalau berangkat bareng Azhari kan jam setengah tujuh dia berangkat. Ya belum ada orang kalau jam segitu."
"Iya terus Tsuraya pulang lagi diantar Azhari. Setelah itu Azhari berangkat lagi. Dan Zaky sudah sampai di sekolah."
"Ketika Tsuraya berangkat lagi bareng sama abi jam 8, pintu kelasnya sudah di tutup, terlambat jadinya kesekolah."
Kami pun tertawa membicarakan kejadian pagi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar